Konten dari Pengguna

Dalil tentang Tahun Baru Islam, Keutamaan hingga Amalan yang Dianjurkan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tahun Baru Islam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tahun Baru Islam. Foto: Pixabay

Tahun Baru Islam diperingati setiap 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, muharram artinya bulan yang diharamkan. Disebut demikian karena Allah SWT mengharamkan atau melarang umat-Nya untuk berperang di bulan tersebut.

Bulan Muharram termasuk salah satu bulan yang paling dimuliakan Allah SWT. Hal tersebut juga dijelaskan dalam dalil-dalil ayat suci Alquran dan hadits. Terlebih, ada beberapa momen penting dalam sejarah Islam yang dapat diteladani umat Muslim pada bulan ini.

Mengutip Sejarah Pembentukan Kalender Hijriyah tulisan Ahmad Sarwat, Lc., MA, penanggalan tahun Islam atau Hijriah adalah produk yang dikeluarkan saat Sayyidina Umar menjabat khalifah. Salah satu gubernurnya, Abu Musa al-Asy’ari mengaku kebingungan ketika mendapat surat perintah dari Sayyidina Umar karena tanggalnya tidak tercantum.

Abu Musa al-Asy’ari kemudian menyarankan untuk membuat sebuah penanggalan. Saran ini disambut baik dan para pejabat pun dikumpulkan untuk mendiskusikan hal tersebut. Atas usulan Sayyidina Utsman dan Ali r.a, Sayyidina Umar memutuskan untuk memulai Tahun Baru Islam bertepatan dengan hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah.

Pada momen Tahun Baru Islam, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak kegiatan bermanfaat. Salah satunya bisa dengan mempelajari dalil-dalil tentang Tahun Baru Islam.

Ilustrasi dalil yang tercantum dalam Alquran. Foto: Pixabay

Dalil-Dalil Tahun Baru Islam

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ayat-ayat yang menjelaskan keutamaan, makna, hingga anjuran amalan Tahun Baru Islam yang dapat dipelajari umat Muslim.

1. Surat At-Taubah ayat 36

Ayat ini menjelaskan bahwa bulan Muharram (bulan pertama dalam kalender Islam) adalah bulan mulia yang di dalamnya terdapat larangan untuk berbuat zalim. Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn.

Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah itu ada dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS. At-Taubah ayat 36)

2. Surat Al Baqarah ayat 217

Ayat ini menegaskan larangan umat Islam untuk berperang di bulan-bulan haram, salah satunya bulan Muharram. Allah SWT berfirman:

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرامِ قِتالٍ فيهِ قُلْ قِتالٌ فيهِ كَبير… “

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar...." (QS. Al Baqarah ayat 217)

Ilustrasi dalil yang tercantum dalam Alquran. Foto: Pixabay

3. Hadits tentang Tahun Baru Islam

  • Bulan Muharram disebut Syahrullah Asham atau "Bulan Allah". Keistimewaan ini diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

  • Muharram disebut bulan yang suci karena umat Muslim dilarang untuk berperang. Ditegaskan dalam hadits dari Abu Bakrah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya, zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada 12 belas bulan. Di antaranya 4 empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadil Tsani (Jumadil Akhir) dan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim).

Secara khusus, Rasulullah SAW juga menyebutkan keutamaan puasa Asyura (puasa di bulan Muharram), yakni dapat menghapus dosa selama setahun. Hal ini tertuang dalam sebuah hadits yang berbunyi:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, "Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu. (HR. Muslim).

(VIO)