Dampak Mobilitas Sosial Dalam Tatanan Kehidupan Masyarakat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial seseorang atau kelompok dalam tatanan kehidupan masyarakat. Hal ini biasanya ditandai dengan perubahan baik dari segi perilaku atau interaksi seseorang, secara pibadi maupun kelompok.
Contoh dari mobilitas sosial misalnya seorang pelajar SMA setelah lulus kemudian belajar ke universitas atau seorang pengangguran yang akhirnya mendapatkan pekerjaan. Bisa juga seorang Gubernur yang kemudian menjadi Presiden.
Adanya mobilitas sosial ini tentu memberikan dampak bagi masyarakat baik positif maupun negatif. Agar lebih memahaminya, simak uraian berikut.
Dampak Positif
Berikut dampak positif dari mobilitas sosial:
Meningkatkan integrasi sosial. Mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat menyebabkan perubahan keadaan sosial, baik dari gaya hidup maupun pola pikirnya.
Mempercepat tingkat perubahan sosial. Perubahan tingkat sosial yang terjadi ke arah yang lebih baik akan mempengaruhi pola pikir, gaya hidup serta mata pencehariannya menjadi lebih baik pula.
Mendorong seseorang untuk lebih maju. Melihat orang lain yang melakukan mobilitas sosial, kita akan terdorong untuk lebih maju dengan meningkatkan kemampuan agar dapat bersaing dengan orang lain.
Meningkatkan kesejahteraan hidup. Perubahan tingkat sosial yang terjadi ke arah yang lebih baik perlahan akan meningkatkan kesejahteraan hidup seseorang.
Dampak Negatif Mobilitas Sosial
Terjadinya konflik. Ketegangan dapat timbul akibat adanya penolakan terhadap mobilitas sosial yang terjadi pada orang lain.
Gangguan psikologis. Kondisi ini terjadi karena ketakutan dan kecemasan akibat melihat mobilitas sosial orang lain secara berlarut-larut.
Munculnya keretakan dalam suatu hubungan. Hubungan yang baik akan retak jika diiringi perasaan iri atau sombong. Mobilitas sosial bisa menjadi ajang pamer atas prestasi yang telah diraih seseorang sehingga menyebabkan orang lain merasa iri.
(MSD)
