Dampak Negatif Bioteknologi dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bioteknologi merupakan cabang ilmu yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu ini sudah berkembang sejak ribuan tahun lalu, tepatnya 6.000 SM. Kala itu, bioteknologi digunakan untuk membuat roti, keju, dan mengawetkan susu.
Bioteknologi berasal dari tiga kata, yaitu bio, teknos, dan logos. Bio artinya hidup, teknos artinya teknologi, dan logos memiliki arti ilmu.
Jika diartikan secara keseluruhan, bioteknologi adalah ilmu cabang Biologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup untuk menghasilkan barang dan jasa.
Ilmu bioteknologi mendatangkan banyak manfaat untuk kehidupan manusia, di antaranya:
Meningkatkan hasil produksi dalam bidang perkebunan, pangan, pertanian, dan perikanan.
Mengurangi dampak pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan mikroorganisme.
Meningkatkan jumlah spesies lewat kultur jaringan.
Menghasilkan vaksin dengan bantuan virus.
Di samping manfaatnya, bioteknologi juga mendatangkan sejumlah dampak negatif. Salah satunya adalah gangguan pada ekosistem. Lebih lengkapnya, berikut dampak negatif dari bioteknologi.
Kepunahan Plasma Nutfah
Ragam teknologi rekayasa genetik dalam produksi bibit tanaman dapat memicu kepunuhan plasma nutfah. Ini karena petani mulai meninggalkan varian lokal dan memilih budidaya tanaman dengan penampilan fisik yang lebih baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemberdayaan konservasi plasma nutfah.
Kerusakan Ekosistem
Penerapan bioteknologi dapat mengganggu habitat makhluk hidup. Jika dibiarkan, hal ini bisa memicu kerusakan ekosistem. Contohnya adalah rekayasa genetik pada bunga matahari yang merugikan kupu-kupu dalam proses penyerbukan.
Keracunan
Beberapa gen asing yang disisipkan dalam makanan dapat meracuni manusia. Misalnya, bakteri Burkholderia cocovenenans pada pembuatan tempe bongkrek. Efek dari racun biologis yang dihasilkan bakteri itu dapat mengganggu sistem pernafasan dan menyebabkan bahkan kematian bagi manusia.
Memicu Alergi
Bioteknologi dapat memicu alergi terhadap tubuh. Ini karena tidak semua penyisipan gen asing yang digunakan sebagai bahan makanan, minuman, obat-obatan bisa diterima oleh tubuh manusia. Karenanya, penyisipan gen asing harus diteliti dengan benar agar aman bagi tubuh.
Kematian Pengurai
Tanaman pangan yang didapat melalui hasil transgenik cenderung sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Akibatnya, proses pembusukan tidak terjadi dan sampah pun menumpuk.
(GTT)
