Depresi: Pengertian, Gejala, dan Cara Menanganinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Depresi adalah gangguan mental yang cukup sering dialami masyarakat. Gangguan ini ditandai dengan perasaan sedih dan tidak peduli dalam jangka waktu yang lama.
Berbeda dengan perasaan sedih biasa, depresi menyebabkan kehilangan motivasi dan menimbulkan kecemasan yang berlebih pada penderitanya. Depresi biasanya terjadi ketika seseorang mengalami stres yang tidak kunjung reda.
Penyebab depresi seseorang pun bermacam-macam, biasanya diakibatkan karena kejadian dramatis yang baru saja terjadi atau sedang menimpa si penderita. Misalnya, kematian orang yang dicintai atau kehilangan pekerjaan yang membanggakan.
Sayangnya, penyakit ini kerap diabaikan karena dianggap bisa hilang sendiri tanpa adanya pengobatan. Padahal, sama seperti penyakit lainnya, depresi dapat membawa efek samping bagi kesehatan tubuh dan memiliki gejala-gejala yang bisa dideteksi. Apa saja?
Gejala Depresi
Dikutip dari buku Depresi: Tinjauan Psikologis oleh DR. Namora Lumongga, M.Sc, gejala depresi bisa dilihat dari tiga aspek, yaitu dari segi fisik, psikis, dan sosial. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut:
Gejala Fisik
Secara garis besar seseorang yang mengalami depresi menunjukkan beberapa gejala fisik, yakni:
Gangguan pola tidur. Misalnya, sulit tidur, tidur terlalu banyak, atau tidur terlalu sedikit hingga menyebabkan insomnia.
Menurunnya tingkat aktivitas. Orang yang mengalami depresi menunjukkan perilaku yang pasif dan menyukai kegiatan yang tidak melibatkan banyak orang, seperti menonton TV, makan, dan tidur.
Menurunnya efisiensi kerja. Orang yang mengalami depresi biasanya sulit untuk fokus pada suatu hal atau pekerjaan. Mereka yang mengalami depresi akan terlihat dari cara kerjanya yang kurang terstruktur, kacau, dan lamban.
Menurunnya produktivitas kerja. Sebab, mereka yang mengalami depresi akan kehilangan seluruh motivasi kerja. Karena tidak bisa lagi menikmati dan merasakan kepuasan atas apa yang dilakukan.
Mudah merasa letih dan sakit. Sebab, depresi merupakan perasaan negatif yang jika terjadi berulang-ulang dapat mengakibatkan seseorang mudah lelah bahkan sakit.
Gejala Psikis
Adapun gejala psikis saat seseorang mengalami depresi adalah sebagai berikut:
Orang yang mengalami depresi cenderung kehilangan rasa percaya diri;
Memiliki perasaan yang sensitif, sehingga mudah marah, tersinggung, sedih, murung, dan lebih suka menyendiri;
Orang yang depresi merasa dirinya tidak berguna; dan
Selalu dihantui perasaan bersalah.
Gejala Sosial
Masalah depresi yang awalnya dari diri sendiri dapat memengaruhi lingkungan dan aktivitas rutin lainnya. Problem sosial yang terjadi biasanya berkisah pada masalah interaksi dengan rekan kerja, atasan, atau bawahan. Masalah ini tidak hanya berbentuk konflik, namun juga perasaan minder, malu, dan cemas jika berada di antara suatu kelompok.
Dengan gejala-gejala yang muncul, orang yang melihat akan mengatakan bahwa penderita depresi adalah orang yang malas, sensitif, suka mendramatisir, dan mencari perhatian. Stigma semacam ini, tentunya dapat menyulitkan si penderita untuk bangkit. Oleh karena itu, setiap orang perlu tahu cara mencegah dan mengatasi depresi sedini mungkin dengan tepat.
Cara Mengatasi Depresi
Gangguan depresi bisa disembuhkan dengan meminta bantuan tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater, serta menggunakan lima cara berikut yang dikutip dari buku Depresi oleh Dr. Rebecca Fox-Spencer:
Mencari pertolongan dan dukungan dari teman dekat atau keluarga.
Mulailah untuk sering berolahraga.
Menjaga pola makan sehat seimbang.
Mengendalikan hidup dengan menentukan tujuan kecil dan realistis.
Berkonsultasi teratur dengan dokter, psikolog, maupun psikiater.
(IPT)
