Deskripsi Jurnal Pembelajaran Modul 1 PPG 2025, Begini Panduan Mengisinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah selesai mempelajari seluruh materi Modul 1 tentang Pembelajaran Mendalam dan Asesmen, peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 wajib mengunggah Jurnal pembelajaran melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK).
Jurnal ini merupakan salah satu bagian penting dalam program PPG, karena berfungsi mencatat seluruh proses belajar yang dilalui peserta, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi atas pengalaman mengajar selama program berlangsung.
Sebagai bagian dari proses, peserta harus mengisi beberapa komponen dalam jurnal, salah satunya adalah deskripsi. Bagi guru yang masih bingung dalam mengerjakan bagian ini, simak panduan mengisi deskripsi jurnal pembelajaran Modul 1 PPG 2025 berikut.
Ketentuan Mengunggah Jurnal Pembelajaran
Sebelum mengunggah jurnal pembelajaran, peserta PPG 2025 perlu memahami sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi. Hal ini penting agar proses pengunggahan berjalan lancar dan isi jurnal sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam program.
Dikutip dari laman Ruang GTK, berikut ini beberapa ketentuannya:
Menyertakan salah satu dokumen dokumen Aksi Nyata dari pilihan berikut
Rancangan pembelajaran yang dipilih (berdasarkan prinsip Understanding by Design ATAU Pembelajaran Berdiferensiasi ATAU Teaching at Right Level ATAU Culturally Responsive Teaching ATAU Pendidikan Nilai, ATAU Pembelajaran Sosial Emosional), refleksi, dan umpan balik dari rekan sejawat.
Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)
Bentuk penugasan lainnya dari Aksi Nyata
Dokumen dibuat dalam format PDF, maksimal 10 MB
Penamaan dokumen: Nama Mahasiswa NIM Judul Aksi Nyata
Baca juga: Jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional PPG 2025
Panduan Mengisi Deskripsi Jurnal Pembelajaran Modul 1 PPG 2025
Peserta PPG 2025 diwajibkan memilih satu aksi nyata dari Modul 1 sebagai dasar dalam menyusun jurnal pembelajaran. Aksi nyata tersebut disusun berdasarkan pengalaman pribadi setiap guru, sehingga isinya tidak akan sama antara satu peserta dengan yang lain.
Pada lembar jurnal pembelajaran, peserta diminta mengisi bagian deskripsi dengan menjawab tiga pertanyaan utama yang telah disediakan, yakni meliputi:
Apa alasan Bapak/Ibu guru memilih tugas tersebut sebagai aksi nyata terbaik?
Mintalah umpan balik secara tertulis kepada teman sejawat tentang tugas yang dipilih.
Apakah aksi nyata yang Bapak/Ibu pilih memenuhi prinsip pembelajaran mendalam (Berkesadaran, Bermakna dan Menggembirakan). Jelaskan!
Dirangkum dari video yang diunggah oleh Channel YouTube Calon Guru (Kanjeng Mariyadi), berikut ini adalah contoh panduan dalam mengisi bagian deskripsi jurnal pembelajaran Modul 1 PPG 2025 yang bisa dijadikan referensi.
1. Apa alasan Bapak/Ibu guru memilih tugas tersebut sebagai aksi nyata terbaik?
Saya memilih merancang pembelajaran berdiferensiasi sebagai aksi nyata terbaik karena saya ingin memastikan bahwa setiap peserta didik di kelas merasa dihargai, terlibat, dan mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan latar belakang budaya mereka. Dalam konteks kelas yang beragam, pendekatan berdiferensiasi menjadi sangat penting untuk membangun rasa aman, penerimaan, dan partisipasi aktif.
Dengan menyusun rancangan pembelajaran yang inklusif, saya tidak hanya memperkuat kompetensi pedagogik saya, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih adil dan responsif. Aksi nyata ini saya anggap strategis karena dapat langsung diterapkan dan memberi dampak jangka panjang terhadap budaya belajar di kelas maupun di sekolah.
2. Mintalah umpan balik secara tertulis kepada teman sejawat tentang tugas yang dipilih!
"Saya mengapresiasi rancangan pembelajaran Bu Mamik, menurut saya pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan konsep pembelajaran berdiferensiasi. Terlihat dari pengelompokan siswa berdasarkan minat dan gaya belajarnya" Pak Rahmad, Guru Kelas 5 SD.
3. Apakah Aksi Nyata yang Bapak/Ibu pilih memenuhi prinsip pembelajaran mendalam (Berkesadaran, Bermakna dan Menggembirakan)? Jelaskan!
Aksi nyata ini sangat memenuhi prinsip pembelajaran mendalam. Berkesadaran karena saya sebagai guru menyadari keberagaman yang ada di kelas dan secara aktif meresponsnya melalui strategi pengajaran yang inklusif.
Bermakna karena materi dan aktivitas pembelajaran dikaitkan dengan konteks nyata yang dialami peserta didik, sehingga mereka lebih mudah memahami dan menginternalisasi pesan pembelajaran.
Menggembirakan karena siswa diajak untuk berbagi cerita budaya mereka, merasa dihargai, dan lebih aktif dalam kelas. Kombinasi ketiga prinsip ini menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, relevan, dan memotivasi semua peserta didik untuk berkembang.
(RK)
