Konten dari Pengguna

Detik-Detik Nabi Muhammad SAW Wafat dalam Pelukan Aisyah RA

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jalan menuju surga. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jalan menuju surga. Foto: Pixabay

Sebagai utusan Allah SWT yang terakhir, kisah hidup Nabi Muhammad SAW selalu menjadi teladan umat Islam di seluruh dunia. Tidak terkecuali peristiwa wafatnya Rasulullah dalam pelukan sang istri, Aisyah RA.

Nabi Muhammad SAW wafat di usia 63 pada 8 Juni 632 Masehi. Mendekati ajalnya, Nabi Muhammad SAW sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa hidupnya sudah tak lama lagi. Pada saat Nabi menunaikan haji wada’, haji terakhir yang dilakukan Nabi, beliau berkata kepada para sahabatnya:

“Aku tidak tahu pasti, mungkin setelah tahun ini aku tidak bisa lagi berjumpa dengan kalian di tempat wukuf ini untuk selamanya,” ucap Nabi Muhammad SAW.

Kata-kata tersebut membuat para sahabatnya sedih. Kemudian diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, pada kesempatan lain Nabi Muhammad SAW semakin mempertegas bahwa ia tidak akan hidup selamanya. Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya aku yang mendahului kalian. Sesungguhnya aku menjadi saksi atas kalian. Demi Allah, sungguh saat ini aku sedang melihat liang kuburku! Kepadaku telah diserahkan kunci-kunci perbendaharaan Bumi atau kunci-kunci Bumi. Dan demi Allah, aku tidak mengkhawatirkan kalian akan musyrik setelahku. Akan tetapi yang kutakutkan kalian akan berlomba-lomba mendapatkan kunci-kunci itu!” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Menjelang tutup usia, Nabi Muhammad SAW jatuh sakit. Beliau juga tidak mampu menjadi imam salat berjemah seperti yang biasa ia lakukan. Selepas mengumandangkan azan, Bilal bin Rabah menjemput Nabi di rumahnya.

Sesampainya di rumah Nabi Muhammad SAW, ia melihat Baginda Rasul sakit semakin parah. Nabi pun meminta tolong kepada sahabatnya, Abu Bakar, untuk menjadi imam salat berjemaah menggantikannya.

Seiring berjalannya waktu, Nabi Muhammad SAW semakin merasakan sakit yang luar biasa. Kemudian Allah SWT memerintahkan malaikat maut menemui Rasulullah SAW di rumahnya untuk bertamu.

Malaikat tersebut menjelma sebagai seorang laki-laki yang membawa pesan dan perintah Allah SWT. Pesan dari Allah SWT untuk malaikat adalah masuklah ke rumah jika dipersilahkan masuk oleh Nabi, tetapi jika tidak dipersilahkan maka ia harus pulang.

Sesampainya di rumah Nabi Muhammad SAW, malaikat mengetuk pintu. Nabi pun mempersilahkannya untuk masuk. Beliau mengetahui sosok laki-laki yang memasuki rumahnya adalah malaikat maut yang sedang menjalankan tugas dari Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW pada saat itu sedang di rumah bersama istrinya, Aisyah RA. Nabi memohon kepada malaikat agar rasa sakit akibat dicabutnya nyawa dilimpahkan kepadanya semua. Beliau tidak ingin para umatnya merasakan sakit yang luar biasa ini.

Sungguh mulia hati Rasulullah SAW. Beliau sangat mencintai para umatnya sampai hingga akhir ajalnya masih memikirkan dan mengkhawatirkan umatnya.

(AYA)