Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Biasa Diamalkan Rasulullah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak terasa kini bulan Ramadhan 1441 H telah masuk di 10 hari terakhir. 10 hari terakhir Ramadhan ini terasa lebih istimewa karena menjadi waktu datangnya malam Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW senantiasa menghidupkan malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan doa. Beliau mengajurkan agar memperbanyak doa memohon ampunan kepada Allah SWT di 10 malam terakhir.
Lantas bagaimana bacaan doa yang biasa diamalkan Rasulullah di 10 hari terakhir Ramadhan? Berikut informasi selengkapnya.
Doa Malam Lailatul Qadar
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, seandainya aku bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, doa apa yang aku katakan?" Kemudian Rasulullah menjawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni"
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf, maka maafkan aku." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Doa lain yang bisa dibaca adalah doa dari Buku Membumikan Al-Quran karya Quraish Shihab sebagai berikut:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
"Rabbanaa aatina fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah wa qina 'adzaabannar."
Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa api neraka."
Doa Sujud Salat Witir
Salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah ketika memasuki bulan Ramadhan adalah memperbanyak salat malam. Termasuk di antaranya adalah salat witir.
Rasulullah SAW selalu menutup salat malamnya dengan witir. Dan beliau selalu beristigfar dan beroda di tengah sujudnya. Salah satu doa yang dibaca Rasulullah ketika sujud salat witir adalah sebagai berikut:
"Allahumma inni a'udzu bika min sakhotika wa a'udzu bi mu'afatika min 'uqubatika wa 'audzu bika minka la uhshi tsanaan 'alaika anta kama atsnaita 'ala nafsika."
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri."
(RDR)
