Doa agar Cuaca Cerah Ketika Hujan Deras dan Dilindungi dari Marabahaya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hujan merupakan salah satu rezeki dan keberkahan yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Mikail. Hujan tentu akan memberikan manfaat bagi makhluk hidup, seperti kesuburan pada tanah dan membuat tumbuhan menjadi kembali segar.
Namun, hujan yang datangnya secara berlebihan juga tidak baik untuk lingkungan. Akan timbul kerusakan alam seperti tanah longsor, banjir dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, sebaiknya umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa kepada Allah SWT di tengah hujan deras. Sebagaimana dijelaskan oleh William Barclay dalam bukunya yang berjudul Doa Muda-mudi, berdoa merupakan salah satu cara untuk memperoleh kekuatan agar dapat menanggung dan mengatasi persoalan hidup yang dihadapi, termasuk meminta agar cuaca kembali cerah.
Bagaimana bacaan doa agar cuaca cerah yang bisa diamalkan umat Islam?
Doa agar Cuaca Cerah dan Dijauhkan dari Marabahaya
1. Doa agar cuaca kembali Cerah
Wulan Mulya Pratiwi dalam bukunya yang berjudul 99 Doa dan Zikir Harian Untuk Anak Muslim menuliskan bacaan doa agar kembali cerah berikut ini:
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ
Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.
Artinya: "Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turukan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan."
Perlu juga diketahui bahwa menurunkan dan menghentikan hujan merupakan kuasa Allah SWT yang tiada keraguan di dalamnya. Hal ini sudah dijelaskan dalam firman Allah pada Alquran surat Hud ayat 44.
Atas izin Allah SWT hujan berhenti sehingga kaum Nabi Nuh AS selamat, sedangkan golongan kafir tewas tenggelam.
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Wa qila ya arḍubla'i ma`aki wa yaa samaa`u aqli'i wa gidal-maa`u wa qudiyal-amru wastawat 'alal-judiyyi wa qila bu'dal lil-qaumiz-zaalimiin.
Atinya: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah, dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: 'Binasalah orang-orang yang zalim' ." (QS. Hud: 4)
2. Doa agar terhindar dari marabahaya
Selain meminta hujan berhenti, dianjurkan juga untuk membaca doa agar terhindar dari segala marabahaya. Terutama ketika melakukan segala aktivitas di luar rumah.
Hal ini tentu sangat penting untuk dilafalkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala hal yang dapat mencelakai diri. Dikutip dari buku 5 Shalat Pembangun Jiwa yang ditulis oleh Nasrudin Abd. Rohim, berikut adalah doa agar dijauhkan dari marabahaya:
Alloohumma innaka tasma’u kalaamii, wataro makaanii, wa ta’lamu sirii wa ‘alaaniyatii, wa laa yakhfa ‘alaika syaiun min amrii, wa anal baa isul faqiir, wal mustaghitsul mustajiil, wal wajalul musyfiqul muqirrul mu’tafiru ilaika bi dzanbih, as aluka mas alatal miskin, wa abtahilu ilaika ibtihaalal mudznibidz dzaliil, wa a’uudzu bika du;aa al khoo ifidh dhoriiri dua’aa aman khodo’at laka roqobatuh, wa faadhot laka ‘ibrotuh wa dzalla laka jismuh, wa roghima laka anfusuh.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar pembicaraanku, melihat tempatku berada, mengetahui yang rahasia dan yang nyata dariku, dan tiada suatu pun dari keadaanku yang luput dari pengetahuan-Mu. Aku ini hamba-Mu yang hina lagi kekurangan, yang mengharap pertolongan dan perlindungan, yang cemas dan takut, serta mengakui segala dosa di haribaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sebagai orang miskin yang meminta-minta, aku tunduk di hadapan-Mu sebagai orang yang berdosa lagi hina, dan kupanjatkan doa kepada-Mu sebagai orang yang dicekam rasa takut dan marabahaya, sebagai orang yang patuh, tunduk dan takluk di haribaan-Mu.”
(IMR)
