Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.89.0
Konten dari Pengguna
Doa Agar Dijauhkan dari Maksiat dan Perbuatan Terlarang Lainnya
16 Mei 2023 11:29 WIB
·
waktu baca 4 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Maksiat merupakan suatu perilaku atau tindakan manusia yang melanggar hukum moral dan bertententangan dengan perintah Allah SWT. Oleh sebab itu, Allah melarang seluruh hamba-Nya untuk berbuat maksiat.
ADVERTISEMENT
Setiap perbuatan maksiat yang dilakukan manusia akan membahayakan manusia itu sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam banyak ayat Alquran dan hadits sudah dijelaskan betapa meruginya orang yang berbuat maksiat.
Dikutip dari buku Stop Maksiat Sebelum Terlambat oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, berikut kerugian yang didapat para pelaku maksiat.
Kerugian Pelaku Maksiat
1. Maksiat Menghalangi Ilmu
Ilmu adalah cahaya yang telah Allah SWT tanamkan di dalam hati manusia. Cahaya tersebut akan padam dengan sendirinya jika seseorang melakukan perbuatan maksiat.
Suatu ketika, Imam Syafi’i sedang duduk di hadapan Imam Malik. Dia membacakan sesuatu yang membuat Imam Malik terkesan. Imam Malik sangat mengagumi kecepatan Imam Syafi’i dalam menangkap pelajaran, kecerdasan akalnya, serta kesempurnaan pemahamannya.
Imam Syafi’i pun berkata, “Allah telah menaruh cahaya di dalam anugerah, dan anugerah Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.”
ADVERTISEMENT
2. Maksiat Menghalangi Rezeki
Dalam Kitab Musnad disebutkan bahwa seorang hamba tidak mendapatkan rezeki akibat dosa yang ia kerjakan. Artinya, seseorang yang melakukan maksiat, rezekinya akan dipersulit.
Sebaliknya, seseorang yang senantiasa beribadah kepada Allah akan mendapatkan rezeki yang cukup. Jadi, sudah sepatutnya umat Muslim senantiasa berdoa dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah ketika dilimpahkan rezeki yang cukup agar terhindar dari sifat ria.
3. Maksiat Mendatangkan Kesulitan
Berbuat maksiat dapat membuat seseorang terjerat berbagai macam kesulitan. Ia akan selalu melalui jalan yang serba sulit dan tidak diberikan solusi untuk mengatasinya.
Sementara itu, orang yang senantiasa bertakwa kepada Allah akan mendapatkan keringanan dan pertolongan ketika mendapatkan kesulitan.
4. Maksiat Mengundang Kegelapan di Dalam Hati
Seseorang yang hatinya diliputi oleh kegelapan maksiat, maka dirinya akan merasakan gelapnya malam. Hanya ketaatan yang dapat menyinarinya.
ADVERTISEMENT
Abdullah ibn Abbas berkata, “Kebaikan mendatangkan binar di wajah, cahaya di hati, kelapangan pada rezeki , kekuatan pada badan, dan kecintaan di hati banyak orang. Adapun perbuatan buruk akan menimbulkan rona hitam di wajah, kegelapan di dalam hati, kelemahan pada badan, kekurangan rezeki, dan rasa benci di hati banyak orang.”
5. Maksiat Melemahkan Kebaikan
Maksiat adalah hal yang paling menakutkan bagi manusia. Ia melemahkan kehendak yang baik dan mengokohkan yang buruk atau hasrat berbuat maksiat. Keinginan untuk bertobat secara perlahan melemah hingga akhirnya sirna dari hatinya.
Doa Agar Dijauhkan dari Maksiat
Agar selalu dijauhkan dari maksiat, setiap Muslim harus memanjatkan doa kepada Allah. Melalui doa tersebut, seorang hamba meminta untuk diberikan hati yang bersih dan dijauhi dari larangan-Nya.
ADVERTISEMENT
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ التَوْبَةَ وَدَوَامَهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ المَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا وَذَكِّرْنَا بِالخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا، وَاحْمِلْهُ عَلَى النَّجَاةِ مِنْهَا وَمِنْ التَّفَكُّرِ فِي طَرَائِقِهَا وَامْحُ مِنْ قُلُوبِنَا حَلَاوَةَ مَا اجْتَبَيْنَاهُ مِنْهَا، وَاسْتَبْدِلْهَا بِالكَرَاهَةِ لَهَا وَالطَّمَعِ لِمَا هُوَ بِضِدِّهَا
Allāhumma innā nas’alukat taubata wa dawāmahā, wa na‘ūdzu bika minal ma‘shiyati wa asbābihā, wa dzakkirnā bil khaufi mina qabla hujūmi khatharātihā, wahmilhu alān najāti minhā wa minat tafakkuri fī tharā’iqihā, wamhu min qulūinā halāwata majtabaināhu minhā, wastabdilhā bil karāhati lahā wat thama‘I li mā huwa bi dhiddihā.
Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu kami meminta pertobatan dan kelanggengannya. Kepada-Mu, kami berlindung dari maksiat dan sebab-sebabnya. Ingatkan kami agar takut kepada-Mu sebelum datang bahaya maksiat. Bawakan ketakutan itu untuk menyelamatkan kami dari maksiat dan dari pikiran di jalanan maksiat. Hapuskan kelezatan maksiat yang kami pilih dari hati kami. Gantikan kenikmatan itu dengan rasa tidak suka dan keinginan terhadap lawanan maksiat ."
ADVERTISEMENT
Artinya: “Ya Allah, luputkan aku dari kelezatan maksiat kepada-Mu, dan berikanlah aku kelezatan untuk taat kepada-Mu.”
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ
Allahumma inna a'udzubika min munkaraati akhlaaqi wal 'amaali wal ahwaa.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, perbuatan-perbuatan dan dari hawa nafsu yang mungkar.” (HR. Tirmidzi).
(ANF)