Konten dari Pengguna

Doa Akhir Tahun Hijriyah dan Doa Awal Tahun Beserta Artinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca doa akhir tahun Hijriyah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca doa akhir tahun Hijriyah. Foto: Shutterstock

Tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H akan jatuh pada tanggal 11 Agustus mendatang. Artinya, sebentar lagi umat Muslim akan berada di penghujung tahun Hijriyah.

Akhir tahun adalah momen yang bisa dimanfaatkan umat Muslim untuk bermuhasabah. Tujuannya untuk mengingat dosa apa saja yang telah diperbuat selama satu tahun ke belakang dan apa saja ibadah yang selama ini belum sempurna dilakukan. Itu agar ketika tahun baru tiba, seorang Muslim sudah siap menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Itu mengapa untuk memperingatinya, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Salah satunya dengan membaca doa akhir tahun Hijriyah. Doa ini dapat dibaca sebanyak tiga kali setelah sholat Ashar, sekurang-kurangnya sebelum waktu Maghrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah.

Mengutip buku Misteri Bulan Suro Perspektif Islam Jawa oleh K.H. Muhammad Solikhin (2010), doa tersebut berisi permohonan ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa setahun lalu yang sudah lewat.

Dengan membacanya, umat Muslim akan mendapatkan perlindungan Allah SWT dari tipu daya syaitan. Alhasil, syaitan akan merasa celaka karena godaannya selama setahun menjadi sia-sia mengetahui Allah mengampuni dosa-dosa hamba tersebut. Berikut bacaan doa akhir tahun Hijriyah.

Doa Akhir Tahun Hijriyah

Ilustrasi berdoa. Foto: Pinterest

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Doa Awal Tahun

Untuk menyambut awal tahun baru Hijriyah, umat Muslim juga dianjurkan untuk membaca sebuah doa. Doa ini dapat dibaca setelah sholat Maghrib pada malam 1 Muharram.

Sebelum pembacaan doa awal tahun, masyarakat Muslim di daerah Jawa memiliki tradisi sholat sunnah hajat dua atau empat rakaat. Ada pula yang melengkapinya dengan sholat tasbih dan sholat taubat. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan wirid dan dzikir, baru sesudahnya membaca doa awal tahun. Berikut bacaan doa awal tahun:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

(ADS)