Doa Allahumma Inni As Aluka Husnul Khotimah untuk Diamalkan Setiap Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allahumma inni as aluka husnul khotimah merupakan penggalan dari doa untuk memohon akhir hidup yang baik. Maksud akhir hidup yang baik adalah kematian yang husnul khotimah lalu masuk ke surga Allah SWT.
Mengutip buku The Miracle of Dzikir Membuktikan Keajaiban Dzikir dalam Kehidupan karangan K. H. Muhammad Arifin Ilham, bacaan lengkap dari doa husnul khotimah ini adalah: “Allahumma inni as’aluka husnul khotimah, wa a’udzubika min suu’il khatimah.”
Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu husnul khatimah (akhir hidup yang baik), dan aku berlindung kepada-Mu dari su’il khatimah (akhir hidup yang buruk).”
Penting untuk mengamalkan doa tersebut karena kematian husnul khotimah merupakan impian bagi umat Muslim. Selain menaati seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya, husnul khotimah dapat diwujudkan dengan memanjatkan doa.
Doa Mohon Husnul Khotimah
Selain doa di atas, ada doa lain yang dapat diamalkan umat Islam untuk memohon kematian husnul khotimah. Inilah bacaan doanya seperti yang disadur dari buku Doa dan Zikir Makbul (2020) dan Terjemahan Majmu Syarif (2018).
1. Allahummaj’al khoiro ‘umurii aakhiruhu wakhoiro ‘amalii khowaatimuhu wakhoiro ayyamii yauma liqoo-ik
Artinya: “Ya Allah, jadikan kebaikan di akhir umurku, dan kebaikan penyelesaian pekerjaanku, dan kebaikan di hari aku berjumpa dengan-Mu.”
2. Aloohummakhtim lanaa bil islaami wakhtim lanaa bil aimaani wakhtim lana bohusnil khooyimah.
Artinya: “Ya Allah, akhirilah hidup kami dalam keislaman, akhirilah hidup kami dalam keimanan, akhirilah hidup kami dengan akhir yang baik (husnul khotimah).”
Tanda-Tanda Husnul Khotimah
Setiap Muslim dapat mengusahakan kematian husnul khotimah dengan mengenali tanda-tandanya. Berikut beberapa tanda-tanda kematian husnul khotimah yang dikutip dari buku Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun (2013) dan Fiqih Lengkap Mengurus Jenazah (2020).
1. Mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illallah” saat datangnya ajal
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’ maka ia dimasukkan ke dalam surga.” (HR. Hakim dan Ibnu Hibban)
2. Meninggal dalam keadaan kening berkeringat
Berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib, dahulu ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat, dan terlihat pada keningnya berkeringat, kemudian ia mengatakan,
“Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya.’” (HR. Ahmad, Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud)
3. Meninggal atau wafat pada hari Jumat
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari Jumat atau pada malam Jumat kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur.” (HR. Ahmad)
4. Mati dalam keadaan sedang menjalankan ibadah
Mati dalam keadaan sedang menjalankan ketaatan atau ibadah kepada Allah SWT, seperti meninggal dalam keadaan shalat, puasa, haji, umrah, berjihad di jalan Allah SWT, atau ketika berdakwah.
5. Tanda-tanda yang bisa dilihat dari jenazah setelah kematiannya
Jenazah terlihat dalam keadaan tersenyum
Wajah jenazah tampak bersinar
Terangkatnya jari telunjuk yang menunjukkan syahadat tauhid
(DND)
