Konten dari Pengguna

Doa Buka Puasa Rajab dan Keutamaannya dalam Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berdoa saat buka puasa. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berdoa saat buka puasa. Foto: Shutterstock

Berbuka puasa di bulan Rajab menjadi momen yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Waktu ini juga kerap dimanfaatkan seorang Muslim untuk memanjatkan doa kepada Allah dengan penuh harapan.

Puasa Rajab sendiri merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan bagi kaum muslimin karena dilaksanakan pada bulan yang dimuliakan. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan hari Minggu, 21 Desember 2025.

Pada saat inilah doa diyakini memiliki keutamaan untuk dikabulkan, terutama ketika berbuka puasa. Sebagai panduan, berikut bacaan doa buka puasa Rajab yang dapat dilafalkan dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.

Doa Buka Puasa Rajab

Ilustrasi buka puasa rajab Foto: Shutterstock

Pada dasarnya, doa yang dibaca saat berbuka puasa di bulan Rajab sama dengan doa berbuka puasa pada bulan Ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Meski begitu, terdapat beberapa pilihan doa buka puasa yang boleh diamalkan oleh umat Islam sesuai dengan riwayat yang ada.

Merujuk pada buku Taudhihul Adillah karya M. Syafi’i Hadzami, berikut beberapa bacaan doa buka puasa yang dapat diamalkan selama menjalankan puasa Rajab:

  • Doa Buka Puasa Riwayat Mu'adz bin Zuhrah

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allāhumma laka ṣumtu, wa 'alā rizqika afṭartu.

Artinya: Ya Allah, Bagi-Mu lah aku berpuasa. Dan atas rezeki-Mu lah aku berbuka.

  • Doa Buka Puasa Riwayat Abdullah bin 'Umar RA

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh-zhama’u wabtallatil ‘urūqu wa tsabatal-ajru insyā Allāh.

Artinya: Telah hilanglah rasa haus, dan telah basahlah segala urat-urat, dan telah tetaplah pahala insya Allah.

  • Doa Buka Puasa Riwayat Ibnu Abbas

Berikut doa yang diriwayatkan oleh Ibnu as-Sunni dari Ibnu Abbas:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Allāhumma laka ṣumnā, wa 'alā rizqika afṭarnā, fataqabbal minnā, innaka anta as-samī'ul-'alīm.

Artinya: Ya Allah. Bagi-Mulah kami berpuasa, dan atas rezeki-Mu lah kami berbuka. Maka terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

  • Doa Buka Puasa Riwayat Abdullah bin 'Amr RA

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Allāhumma innī as'aluka bi-raḥmatika allatī wasi'at kulla syai'in an taghfira lī.

Artinya: Ya Allah. Sesungguhnya aku memohon kepada Engkau, dengan Rahmat Engkau yang meliputi tiap sesuatu, bahwa Engkau beri ampunan bagiku.

Keutamaan Puasa Rajab

Ilustrasi masak sahur untuk puasa rajab. Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman Baznas Provinsi Jawa Barat, berikut sejumlah keistimewaan yang dapat diperoleh umat Islam ketika menjalankan puasa di bulan Rajab:

1. Keutamaannya Melebihi Puasa di Bulan Biasa

Berpuasa satu hari di bulan Rajab memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan berpuasa selama 30 hari di bulan-bulan biasa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihyâ’ ‘Ulumiddîn. Berikut bunyinya:

صوم يوم من شهر حرام أفضل من ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام

Artinya, “Satu hari berpuasa pada bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram.”

2. Pahala Kebaikan Dilipatgandakan

Rajab menjadi salah satu bulan di mana pahala amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Di samping itu, perbuatan maksiat dan kezaliman juga memiliki konsekuensi dosa yang lebih besar, sehingga umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dan memperbanyak ibadah.

3. Sarana Persiapan Menuju Ramadhan

Bulan Rajab kerap dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah. Dengan memperbanyak shalat, sedekah, puasa sunnah, serta menjauhi perbuatan maksiat, umat Muslim dapat menjadikan Rajab sebagai ajang latihan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Baca Juga: Apakah Boleh Puasa Rajab sekaligus Qadha Ramadhan? Ini Jawaban dan Penjelasannya

(ANB)