Doa Bulan Safar Lengkap dengan Arti yang Bisa Diamalkan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Bulan setelah Muharram ini kerap didefinisikan sebagai kekosongan. Pasalnya, masyarakat jahiliah Arab terdahulu sering mengosongkan rumah untuk berperang pada bulan Safar.
Sebagian orang Arab jahiliah juga menganggap Safar sebagai bulan sial. Oleh sebab itu, banyak yang membekali diri dengan doa-doa perlindungan kepada Tuhan.
Lantas, benarkah Safar merupakan bulan sial, dan adakah doa bulan Safar yang diajarkan dalam Islam? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Doa Bulan Safar
Merujuk buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh H. Hamdan Hamedan, MA, anggapan bahwa Safar merupakan bulan sial adalah mitos yang keliru. Rasulullah SAW telah dengan tegas membantahnya:
"Tidak ada ‘adwa (penyakit menular dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan di bulan Safar." (HR Bukhari no. 5.707)
Islam juga tidak mengajarkan doa khusus untuk meminta perlindungan pada bulan Safar. Sebab, sejatinya bulan ini memang tidak mendatangkan keburukan.
Namun demikian, ada beberapa doa meminta keselamatan yang dapat diamalkan dalam keseharian, termasuk di bulan Safar. Berikut ini kumpulan doanya.
Doa Menyambut Awal Bulan
Dilansir dari laman resmi Baznas, Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk menyambut awal bulan yang dapat diamalkan pada malam hari. Dari Thalhah bin Ubaidilah ra, Rasulullah mengucapkan doa ini ketika melihat hilal.
“Allaahumma Ahilahuu ‘alainaa bil Yumni wal iimaani was Salaamati wal Islaami Robbi wa Rabbukallah.”
Artinya: “Ya Allah, perlihatlah bulan ini kepada kami dengan kebahagiaan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR at-Tirmidzi, ad-Darimi)
Doa Memohon Perlindungan dari Segala Keburukan
“Allahuma inni a’udzu bika min syarri ma khalaq.”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala yang Engkau ciptakan.” (HR. Muslim)
Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat
“Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban-nar.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 2021)
Doa Agar Dijauhkan dari Musibah
“Allahuma inni a’udzu bika min zawali ni’matik, wa tahawwuli 'afiyatik, wa faja'ati niqmatik, wa jami'i sakhathik."
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan-Mu, datangnya hukuman-Mu, dan segala kemurkaan-Mu." (HR. Muslim)
Doa Pagi dan Petang
"Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil-ardhi wa la fis-sama'i wa huwas-sami'ul 'alim."
Artinya: "Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Abu Dawud)
Doa Memohon Keberkahan Hidup
"Allahumma barik lana fi ma razaqtana, wa qina 'adzaban-nar."
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang Engkau berikan, dan lindungilah kami dari siksa neraka."
Ibadah di Bulan Safar
Tidak ada dalil shahih yang menyebutkan adanya ibadah khusus pada bulan Safar. Oleh karena itu, umat Islam dapat menjalankan aktivitas ibadah seperti biasa dengan tidak mempercayai mitos yang ada, mencakup:
Menjalankan sholat wajib
Menjalankan ibadah sunnah
Memperbanyak istighfar
Bersedekah
Membaca Al-Qur’an.
Baca juga: Doa Sholat Taubat Nasuha untuk Memohon Ampunan
(MFT)
