Konten dari Pengguna

Doa Kafaratul Majelis, Memohon Ampun Atas Kekhilafan dalam Pertemuan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi umat muslim berkumpul dalam majelis. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi umat muslim berkumpul dalam majelis. Sumber: pixabay.com

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain. Berkumpul bersama membahas kemaslahatan umat atau sekedar berbagi ilmu dan informasi adalah hal yang lazim dilakukan.

Namun, ketika berada dalam suatu perkumpulan, seseorang bisa saja khilaf saat berbincang-bincang entah disadari atau tidak. Oleh karenanya, umat muslim dianjurkan untuk senantiasa membaca doa kafaratul majelis tiap selesai mengadakan perkumpulan atau pertemuan. Doa ini dimaksudkan untuk memohon ampun jika terjadi kelalaian saat pertemuan berlangsung.

Doa kafaratul Majelis

Mengutip Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan, Abu Al-Aliyah Al-Riyahi menceritakan bahwa para sahabat telah bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah, kalimat-kalimat apa yang telah engkau dengar dari ucapan mereka?" Beliau menjawab, "Yaitu kalimat-kalimat yang telah diajarkan Malaikat Jibril as kepada mereka yakni:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhaanakal laahumma wabihamdika, asyhadu alaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

Artinya: Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu.

Ilustrasi seorang muslim berdoa. Sumber: Unsplash.com

Penjelasan Makna Doa Kafaratul Majelis

Mahmud As-Syafrowi dalam bukunya Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian menjelaskan makna doa ini secara mendalam.

Pertama, doa ini diawali oleh kalimat tasbih yakni menyucikan Allah. Kalimat tasbih artinya mengakui bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Suci dari segala cela berupa kekurangan maupun kezaliman. Sedangkan manusia dilumuri oleh dosa dan kemaksiatan, serta tempat kealpaan dan kelalaian.

Kalimat Tasbih menyimpan makna sebuah pengakuan atas segala kelemahan. Ungkapan tasbih juga mengandung arti bahwa umat muslim melepaskan diri dari segala bentuk kesyirikan yang pernah dilakukan, baik dalam perbuatan, perkataan, maupun pikiran. Selain itu, tasbih juga bermakna doa dan permintaan pahala.

Kedua, setelah tasbih, doa ini diiringi oleh kalimat tahmid yang artinya segala puji adalah kepunyaan Allah SWT. Umat muslim memuji atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka sehingga masih diberi kesempatan untuk beriman, bertaubat, dan berbuat taat kepada Allah SWT. Kalimat tahmid juga diucapkan sebagai bentuk syukur atas segala anugerah yang diberikan.

Ketiga, membaca syahadat. Kalimat ini bermakna penegasan dan kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT.

Keempat, berdoa memohon ampunan atas segala dosa, kesalahan, dan kelalaian yang dilakukan selama dalam majelis. Lalu, dilanjutkan dengan berrtaubat atas segala dosa yang dikerjakan.

Kalimat istighfar dimaksudkan untuk meminta kepada Allah SWT agar terjaga dari keburukan di akhirat. Sedangkan pernyataan taubat berarti penyesalan dan komitmen untuk berhenti dari dosa. Selain itu, kalimat istighfar juga dimaksudkan agar pemohon dapat menjaga diri dari perilaku dosa di masa mendatang.

(ULY)