Doa Ketika Angin Kencang Agar Dijauhkan dari Bencana

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meminta pertolongan dariNya. Maka dari itu, doa menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari kehidupan umat Muslim.
Memanjatkan doa juga kerap dilakukan saat terjadi bencana alam, misalnya angin kencang atau tornado. Hal ini karena manusia sadar bahwa ketika itu, hanya Allah lah yang dapat menolong manusia. Sebab segala bencana alam termasuk angin kencang terjadi atas kehendak-Nya.
Angin kencang dapat memporak-porandakan suatu wilayah. Karenanya, seorang Muslim yang terkena musibah angin kencang pasti akan meminta pertolongan Allah dengan berdoa. Lantas, seperti apakah doa ketika angin kencang? Simak uraian berikut.
Doa Ketika Angin Kencang
Mengutip buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa oleh Mahmud Asy-Syafrowi, Rasulullah melarang keras perbuatan mencaci maki angin, betapapun kencangnya angin tersebut. Beliau menganjurkan umat Muslim berdoa meminta kebaikannya dan berlindung dari keburukannya.
Rasulullah SAW bersabda, "Hembusan angin adalah rahmat Allah, terkadang mendatangkan rahmat dan terkadang mendatangkan siksa. Apabila kalian merasakannya, maka janganlah kalian memakinya, tetapi mintalah kepada Allah kebaikan angin tersebut dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya." (HR. Bukhari)
Lantas, berikut doa ketika angin kencang yang diajarkan Rasulullah:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ
Allahumma innii as'aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi wa a'uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya, dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan." (HR. Tarmidzi)
Selain membaca doa tersebut, dianjurkan pula membaca surat Mu'awwidzatain, yakni surat Al-Falaq dan An-Nas. Hal ini juga diajarkan oleh Rasulullah dan tercantum dalam sebuah hadis sebagai berikut:
Uqbah bin Amir berkata, "Suatu saat, aku berjalan bersama Rasulullah di tempat antara Juhfah dan Abwa. Tiba-tiba kami diselimuti angin yang gelap dan pekat. Maka, Rasulullah ber-ta'awwudz dengan Qul a'uudzu birabbil falaq dan Qul a'uudzu birabbin naas. Kemudian beliau bersabda, 'Hai Uqbah, mintalah perlindungan dengan keduanya (surat Al-Falaq dan An-Nas). Tidak ada seorang yang berlindung (yang lebih baik) seperti keduanya." (HR. Ibnu Mardawih dan Baihaqi, shahih menurut Hakim)
(AFM)
