Konten dari Pengguna

Doa Malam Nisfu Syaban yang Bisa Diamalkan untuk Meraih Keberkahan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi malam Nisfu Syaban. Sumber: pexels.com/Yasir Gurbuz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi malam Nisfu Syaban. Sumber: pexels.com/Yasir Gurbuz

Malam Nisfu Syaban merupakan malam yang penuh berkah dan ampunan bagi umat Islam. Setiap Muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan, salah satunya adalah membaca doa malam Nisfu Syaban.

Secara bahasa, Nisfu Syaban terdiri dari dua kata, yaitu "Nisfu" yang berarti setengah atau pertengahan, dan "Syaban" yang merupakan nama bulan ke-8 dalam kalender Islam. Oleh karena itu, Nisfu Syaban merujuk pada malam pertengahan bulan Syaban yang diyakini sebagai malam istimewa dalam Islam.

Umat Muslim disarankan untuk membaca surat Yasin sebanyak tiga kali secara berurutan, diikuti dengan doa Nisfu Syaban. Berikut doa malam Nisfu Syaban dan keutamaan mengamalkannya.

Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban

Ilustrasi doa Nisfu Syaban. Sumber: Unsplash/Masjid Maba

Malam Nisfu Syaban jatuh pada malam ke-15 di bulan Syaban dalam kalender Hijriah. Menurut buku Menggapai Berkah di Bulan-Bulan Hijriyah karya Sa’adah (2015:117), umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam ini.

Berikut ini adalah bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Nisfu Syaban, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya:

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Baca juga: Kapan 1 Syaban 2025? Cek Jadwalnya di Sini!

Keutamaan Doa Malam Nisfu Syaban

Ilustrasi doa Nisfu Syaban. Sumber: Unsplash

Dalam buku Resep Keselamatan dan Kebahagiaan oleh Luqman Al Hakim (2018:100) disebutkan, malam Nisfu Syaban adalah kesempatan bagi umat Islam untuk memohon ampunan, rezeki, serta perlindungan dari berbagai cobaan. Sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut:

"Malam Nisfu Syaban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing." (HR. Ibnu Majah, Baihaqi).

Selain membaca doa, umat Muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan salat sunnah, berpuasa keesokan harinya, serta memperbanyak dzikir dan istighfar agar mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

(SLT)