Doa Melihat Kabah dan Doa Lainnya Ketika Berkunjung ke Tanah Suci

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Islam dianjurkan untuk selalu mengucapkan syukur dan doa kepada Allah SWT ketika melihat sesuatu yang indah, termasuk melihat Kabah. Bangunan persegi di tengah-tengah Masjidil Haram itu disebut juga Baitullah atau rumah Allah.
Setiap Muslim pasti mendambakan bisa berkunjung ke Tanah Suci Mekkah. Menunaikan rukun Islam yang ke-5 untuk memperoleh rahmat yang berlimpah.
Mengutip buku Mukjizat Ka’bah karya Zainurrofieq, disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Allah menurunkan 120 rahmat untuk baitullah setiap hari. 60 di antaranya untuk orang-orang yang bertawaf, 40 untuk orang yang sholat, dan 20 untuk orang yang hanya memandangi Kabah.
“Sungguh Allah menurunkan pada setiap hari dan malam 120 rahmat di Baitullah ini. 60 rahmat untuk orang yang melakukan tawaf. 40 rahmat bagi orang yang mendirikan shalat, dan 20 rahmat bagi orang yang memandang ke arah Ka’bah.” (HR. Thabrani)
Oleh karenanya, memperbanyak ibadah serta doa di Masjidil Haram amat dianjurkan untuk mereka yang berkesempatan datang ke sana. Berikut doa melihat Kabah dan doa lainnya ketika memasuki kota Mekkah yang dapat dipanjatkan untuk meraih kemuliaan dan pahala dari Allah SWT.
Kumpulan Doa Ketika Berada di Tanah Suci
Agus Arifin dalam bukunya berjudul Doa dan Dzikir: Ibadah Haji dan Umrah, menuliskan tuntunan doa ketika berada di Mekkah yang dapat dipanjatkan, baik saat melihat Kabah maupun ketika berada di Maqam Ibrahim, berikut doa nya:
1. Doa ketika memasuki kota Mekkah
اَللّٰهُمَّ هٰذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِيْ وَدَمِيْ وَشَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَاٰمِنِّيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْلِيَآئِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ.
Allaahumma hadzaa haramuka wa amnuka fahharrim lahhmii wa damii wa sya’rii wa basyarii ‘alaa-naari wa aaminnii min ‘adzaabika yauma tab’atsu ‘ibaadaka waj’alnii min auliyaa’ika wa ahli thaa’atika.
Artinya: “Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat aman-Mu, maka hindarkanlah daging, darah, rambut dan kulitku dari neraka. Dan selamatkan diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang selalu dekat dan taat kepada-Mu.”
2. Doa ketika memasuki Masjidil Haram
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَالسَّلَامَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنِيْ فِيْهَا. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ
Allaahumma antas-salaamu wa minkas-salaam wa’ilaika ya’uudus-salaam fahhayyinaa rabbanaa bis-salaami wa adkhilnaal-jannata daaras-salaam tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita yaa dzal-jalaali wal-ikhraam. Allaahummaftahhlii abwaaba rahmatika bismillaahi walhamdulillaahi was-shalaatu was-salaamu ‘alaa rasuulillah.
Artinya: “Ya Allah, Engkau sumber kesalamatan dan dari pada-Mu lah datangnya keselamatan dan kepada-Mu kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan dengan selamat sejahtera dan masukkanlah ke dalam surga negeri keselamatan. Mahabanyak anugerah-Mu dan Mahatinggi Engkau. Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu, aku masuk masjid ini dengan nama Allah disertai dengan segala puji bagi Allah serta sholawat dan salam untuk Rasulullah SAW.”
3. Doa melihat Kabah
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ وَاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّ
Allaahumma zid hadzaal-baita tasyriifan wa ta’dhiiman wa takriiman wa mahaabatan wa zid man syarraafahu wa ‘adhamahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa ta’dhiiman wa takriiman wa birraan.
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini. Dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan.”
4. Doa ketika melintasi makam Ibrahim
رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوُقًا
Rabbi adkhilnii mudhala sidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj’alli min ladunka sulthaanan nashiiraa wa qul jaa;al-haqqu wa zahaqal-baathilu innal-baathila kaana zahuuqaa.
Artinya: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. Dan katakanlah: ‘yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap. Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap’.”
(IMR)
