Doa Menguburkan Jenazah yang Diajarkan Rasulullah SAW

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat memakamkan jenazah ke dalam liang kuburnya baik sebelum dan sesudah, setiap umat Islam dianjurkan untuk membacakan doa untuk mayit. Doa tersebut diharapkan dapat membantu amalan yang selama ini dilakukan almarhum dapat diterima oleh Allah SWT.
Hukum memakamkan jenazah dalam Islam sendiri adalah fardhu kifayah dan harus segera dilaksanakan serta jangan ditunda-tunda. Disyariatkannya menguburkan jenazah dengan segera (tanpa menunda) berdasarkan pada beberapa hadits. Di antaranya, Rasulullah SAW menegaskan kepada Ali Radhiyallahu Anhu.
“Tiga hal, wahai Ali, yang tidak boleh dilambatkan; shalat jika sudah tiba waktunya, jenazah yang sudah siap, dan gadis/bujang jika sudah mendapat yang sekufu (sesuai).” (HR. Ahmad)
Adapun pendapat yang memperbolehkan menunda penguburan jenazah dilandasi oleh beberapa alasan pokok yang disadur dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan hingga Kematian karangan Dr. Muh. Hambali, M.Ag berikut ini:
Untuk menunggu kedatangan sanak keluarga.
Dalam masa penundaan penguburan akan terjadi interaksi sosial yang mengandung nilai silaturahmi.
Menunda penguburan jenazah untuk kepentingan otopsi (kepentingan yang jauh lebih besar).
Sebelum dimakamkan, jenazah haru melalui serangkaian proses yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Mulai dari dimandikan hingga disalatkan.
Setelah itu jenazah dibawa ke makam. Ada doa yang dapat dibaca ketika hendak memasukkan jenazah ke dalam kubur. Doa berikut ini merupakan gabungan dari hadits (Abu Dawud, At Tirmidzi dan Al-Baihaqi) dan anjuran para ulama yang dihimpun melalui laman Nu Online:
بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ/سُنَّةِ رَسُولِ اللهِ ، اللَّهُمَّ افْتَحْ أَبْوَابَ السَّمَاءِ لِرُوحِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَوَسِّعْ لَهُ فِي قَبْرِهِ
Bismillāh wa ‘alā millati/sunnati rasūlillāh. Allāhummaftah abwābas samā’I li rūhihī, wa akrim nuzulahū, wa wassi‘ madkhalahū, wa wassi‘ lahū fī qabrihī.
Artinya, “Dengan nama Allah dan atas agama rasul-Nya. Ya Allah, bukalah pintu-pintu langit untuk roh jenazah, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, dan lapangkanlah alam kuburnya.”
Setelah itu, selanjutnya adalah membaca doa menguburkan jenazah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Seperti apa doanya?
Doa Menguburkan Jenazah
A.Kadir,M.H menuliskan dalam bukunya Doa Jenazah Mustajab bahwa sesudah dikuburkan, orang yang ikut mengiringi jenazah hendaknya mendoakan lagi sambil berdiri. Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW juga melakukannya dengan berdiri. Sebelum berdoa, Rasulullah SAW bersabda kepada yang hadir:
“Mohonkanlah ampunan dan ketabahan untuk saudaramu, karena sesungguhnya dia sekarang ini sedang ditanya (dalam kuburnya).” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim dari Utsman bin Affan)
Adapun doa menguburkan jenazah adalah sebagai berikut:
Allahummaghfir lil mayyiti ‘indal qobri bis syafa’ati rosulillahi shollallohu ‘alaihi wa sallam. Waj’alillahumma qobruhu roudhotan min riyadhil jinan, wa la taj’al qobohu hufrotan min hufarin niron.
Artinya : “Ya Allah, ampunilah mayit ini di dalam kubur berkat syafa’at Rasulullah SAW. Jadikanlah, ya Allah, kuburnya sebagai taman dari taman sorga, janganlah engkau jadikan kuburnya sebagai jurang dari jurang-jurang neraka”.
(IMR)
