Doa Mengusir Cicak dan Dasar Hukum Membunuhnya dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cicak adalah salah satu hewan melata yang hidup di sekitar manusia. Keberadaannya memang tidak begitu mengganggu tapi tidak sedikit orang yang merasa geli melihatnya.
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir cicak-cicak tersebut agar tidak mengganggu. Salah satunya dengan membacakan doa.
Mahmud Asy-Syafrowi menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian, surat Al-Israa’ ayat 44 dapat dijadikan doa alternatif untuk meminta perlindungan dari Allah SWT. Baik itu perlindungan kejahatan yang ada di bumi maupun dari hewan-hewan seperti cicak dan yang lainnya.
Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:
تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبْعُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Tusabbiḥu lahus-samāwātus-sab'u wal-arḍu wa man fīhinn, wa im min syai`in illā yusabbiḥu biḥamdihī wa lākil lā tafqahụna tasbīḥahum, innahụ kāna ḥalīman gafụrā.
Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra: 44)
Selain itu, bagi orang tua yang ingin anaknya dilindungi dari berbagai ancaman cicak dan hewan-hewan melata lainnya dapat membaca doa berikut yang dikutip dari buku Kitab Doa-Doa Bagi yang Sudah Berkeluarga karya Siti Nur Aidah.
أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’idzukuma bi kalimaatillaahit taamaati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli ‘aynin laammah.
Artinya: “Aku memohkalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.” (HR. Abu Dawud)
Dengan demikian, membacakan doa adalah cara terbaik untuk mengusir cicak dari sekitar kita. Lantas, bagaimana jika terlanjur membunuhnya? Apakah akan mendapatkan dosa?
Untuk mengetahui mengenai hal tersebut, berikut ini adalah dasar hukum dalam Islam mengenai membunuh cicak.
Hukum Membunuh Cicak
Melansir laman Nu Online, dalam sebuah hadits riwayat Muslim dijelaskan bahwa membunuh cicak dengan satu kali pukulan akan dituliskan baginya pahala 100 kebaikan. Bahkan, dalam hadits tersebut juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membunuh cicak.
“Barangsiapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua.” (HR Muslim).
Namun hadits tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membunuh cicak. Dalam memahami hadits, seorang Muslim harus memastikan redaksi atau maksud kata yang dipakai dalam hadits tersebut digunakan untuk menyebutkan hal apa pada masa lampau. Jangan mengaitkannya dengan manusia pada zaman sekarang.
Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim-nya bahwa yang dimaksud dari isi hadits tersebut bukanlah ditujukan kepada hewan cicak-cicak yang hidup damai di rumah-rumah. Melainkan adalah sejenis saamul abrash, yakni cicak yang dapat mendatangkan penyakit atau hewan yang dapat menyakiti.
(IMR)
