Doa Penutup Acara Muhadhoroh: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Islam dianjurkan untuk berdoa dalam setiap kesempatan, termasuk saat menutup acara muhadhoroh. Kegiatan muhadhoroh sendiri merupakan ekstrakurikuler di pesantren yang melatih santri berdakwah secara lisan.
Melalui kegiatan ini, para santri belajar berorasi, menyampaikan pidato, dan mengutarakan pendapat di depan umum. Setelah seluruh rangkaian selesai, acara biasanya ditutup dengan doa sebagai bentuk permohonan keberkahan dan kelancaran ilmu.
Simak beberapa contoh doa penutup acara muhadhoroh yang bisa dijadikan referensi dalam artikel berikut.
Doa Penutup Acara Muhadhoroh
Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk membaca doa kafaratul majelis sebagai penutup setiap perkumpulan. Lebih lanjut, menurut Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, umat Islam diperbolehkan membaca doa dengan redaksi sendiri selama dipanjatkan di luar salat.
Artinya, dalam acara muhadhoroh, doa penutup dapat disusun sesuai kondisi acara dan harapan para santri. Berikut beberapa contoh doa penutup acara muhadhoroh yang bisa dijadikan referensi:
Doa 1
Doa pertama adalah kafaratul majelis sebagaimana yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Dihimpun dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah oleh Abdullah Zaedan, berikut bacaannya:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhaanakal laahumma wabihamdika, asyhadu alaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.
Artinya: "Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu."
Doa 2
Berikut ini adalah doa penutup acara menurut hadis riwayat Tirmidzi:
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Allahummaqsim lanaa min khasyyatika maa tahuulu bainanaa wa baina ma'siyatika wa min taa'atika maa tuballigunaa bihi jannataka wa minal-yaqiini maa tuhawwinu bihi 'alaina masaa'ibad-dunyaa. Allahumma matti'naa bi'asmaa'inaa wa absaarinaa wa quwwatinaa maa ahyaitanaa waj'alhul-waarisa minna waj'alhu sa'ranaa 'alaa man 'aadanaa wa laa taj'al musiibatanaa fi diininaa wa laa taj'alid-dunyaa akbara hamminaa wa laa mablaga 'ilminaa wa laa tusalliṭ 'alainaa man laa yarhamunaa.
Artinya: "Ya Allah, anugerahkan kami rasa takut pada-Mu, yang bisa menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat pada-Mu, serta (anugerahkan pada kami) ketaatan pada-Mu yang akan menyampaikan kami ke surga-Mu serta(anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menjadi penyebabringannya bagi kami segala musibah dunia ini.
Ya Allah, anugerahkan kenikmatan pada kami leat pendengaran kami, penglihatan kami, serta dalam kekuatan kami selama kami masih hidup. Dan jadikan ia warisan dari kami. Jadikan balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, serta tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami.
Serta janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan kami, serta janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita paling besar kami serta puncak dari ilmu kami, serta jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami."
Baca Juga: Kumpulan Doa Turun Hujan Deras yang Dapat Diamalkan Umat Muslim
(NSF)
