Konten dari Pengguna

Doa Rabithah: Bacaan dan Keutamaannya bagi Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa rabithah (Pexels).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa rabithah (Pexels).

Doa rabithah adalah bacaan yang disusun oleh Imam Syahid Hasan Al Banna, seorang imam asal Mesir. Doa tersebut biasa dibaca setelah dzikir Al-Matsura yang dibaca pagi dan petang.

Rabithah menurut bahasa artinya terhubung. Asal kata rabithah adalah rabath, dalam bahasa Arab maknanya mengikat atau menghubung.

Rabithah dikenal sebagai doa mempererat tali silaturahmi. Namun, sebenarnya doa ini memiliki banyak keutamaan lainnya.

Apa saja keutamaan dari membaca doa rabithah dan seperti apa bacaan lengkapnya? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Kumpulan Quote Hasan Al Banna yang Inspiratif dan Penuh Hikmah

Bacaan Doa Rabithah

Ilustrasi doa rabithah (Pexels).

Ibadah yang bisa dilakukan setiap waktu dalam Islam adalah berdzikir, termasuk bacaan dzikir pagi dan petang. Anjuran berdzikir pagi dan petang itu berangkat dari firman Allah dalam surat Al-Azhab ayat 41-42 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

Waktu yang disarankan membacanya yaitu setelah melaksanakan shalat fardhu Subuh dan Ashar. Berikut adalah bacaannya yang dikutip dari buku 27 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid karya Myr Raswad.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعلَمُ اَنَّ هَذه الْقُلُوبَ قَد اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ وَتَوَحْدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيعَتِكَ فَوِّتْقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا وَأَدِمْ وُدَّهَا وَاهْدِهَا سُبُلَهَا وَامْلَأُهَا بِنُورِكَ الَّذِي لَا يَخْبُو وَاشْرَحْ صُدُورَهَا بِفَيْضِ الأيمَان بِكَ وَجَمِيلَ التَّوَكُل عَلَيْكَ وَأَحْيهَا بِمَعْرِفَتكَ وَأَمَتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِي سَبِيْلِكَ إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَ نِعْمَ النَّصِيرُ, اللهم آمين.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini berkumpul atas dasar cinta kepada-Mu; bertemu atas dasar taat pada-Mu; bersatu atas dasar dakwah kepada- Mu; dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu.

Maka kuatkanlah ya Allah, ikatan pertaliannya; lestarikanlah kasih sayangnya; tunjukkanlah jalannya; dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup; lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman pada-Mu dan indahnya tawakal pada-Mu.

Hidupkanlah ia dengan makrifat kepada-Mu; dan matikanlah ia sebagai syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin ya Allah.

Keutamaan Doa Rabithah

Ilustrasi doa rabithah (Pexels).

Doa rabithah memiliki banyak keutamaan. Ilyashidayah dkk dalam buku Antologi Resepsi Karya Sastra menyebutkan ada lima keutamaan yang bisa didapat dari membaca doa rabithah,

  1. Membantu seseorang menyelesaikan pertikaian dengan saudara sendiri maupun sesama Muslim.

  2. Menyempurnakan keimanan.

  3. Melembutkan hati seorang Muslim, artinya ikut merasakan dan bersimpati terhadap apa yang terjadi.

  4. Mempererat ukhuwah islamiyah di antara sesama Muslim dan ciptaan Allah lainnya agar silaturahmi terjaga dan saling berbuat kebaikan.

  5. Menyambung rasa persaudaraan sesama Muslim.

Baca Juga: Doa-doa dalam Dzikir Al Matsurat Pagi dan Petang

Frequently Asked Question Section

Siapakah penyusun doa rabithah?

chevron-down

Imam Syahid Hasan Al-Banna, seorang imam asal Mesir.

Apa arti rabithah?

chevron-down

Rabithah berasal dari kata rabath yang dalam bahasa Arab artinya mengikat atau menghubungkan.

Kapan sebaiknya membaca doa rabithah?

chevron-down

Doa tersebut dianjurkan untuk dibaca setelah membaca dzikir pagi dan petang yang dilakukan setelah shalat fardhu Subuh dan Ashar.

(NSA)