Doa Ratu Surga Katolik Selama Masa Paskah, Ini Teks dan Maknanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa Ratu Surga Katolik menjadi salah satu doa yang telah lama dijalankan dalam tradisi Gereja Katolik. Doa ini didaraskan khusus selama masa Paskah sebagai ungkapan sukacita atas kebangkitan Kristus.
Melalui doa ini, umat diajak untuk semakin dekat dengan Bunda Maria sebagai Ratu Surga. Gelar tersebut mencerminkan kerendahan hati serta kesetiaannya dalam menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Allah.
Agar setiap umat dapat memahaminya secara lebih dalam, simak uraian di bawah ini mengenai Doa Ratu Surga Katolik beserta makna yang terkandung di baliknya.
Teks Doa Ratu Surga Katolik
Doa Ratu Surga (Regina Caeli) didaraskan selama masa Paskah sebagai pengganti doa Malaikat Tuhan (Angelus). Doa ini biasanya didaraskan pada tiga waktu utama, yaitu pukul 06.00, 12.00, dan 18.00.
Mengutip laman Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto, berikut ini teks doa Ratu Surga:
Ratu Surga bersukacitalah, Alleluya
Sebab Ia yang sudi kaukandung, Alleluya
Telah bangkit seperti yang disabdakanNya, Alleluya
Doakanlah kami pada Allah, Alleluya
Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, Alleluya
Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya
Marilah berdoa :
Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan PutraMu, Tuhan kami Yesus Kristus.
Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama bundaNya, Perawan Maria.
Demi Kristus, pengantara kami. Amin
Makna Doa Ratu Surga Katolik
Dalam tradisi Gereja, Doa Ratu Surga telah digunakan sejak berabad-abad lalu. Berdasarkan buku 12 Katekese, Renungan, dan Doa Bunda Maria karya Y. Gunawan, Pr., dijelaskan bahwa pada tahun 1742 Paus Benediktus XIV menetapkan doa ini sebagai doa yang didaraskan selama masa Paskah, menggantikan doa Malaikat Tuhan sejak Hari Raya Paskah hingga Pentakosta.
Meski asal-usul pastinya tidak mudah dilacak, sejumlah catatan menyebutkan bahwa doa ini sudah dikenal sejak abad ke-12. Sejak saat itu, Doa Ratu Surga menjadi bagian penting dalam kehidupan doa umat Katolik.
Doa Ratu Surga itu sendiri merujuk pada Misteri Paskah sebagai pemenuhan Misteri Inkarnasi. Selain itu, di dalam doa ini juga memuat permohonan kepada Allah Bapa agar melalui perantaraan Bunda Maria, umat dimampukan untuk ikut ambil bagian dalam sukacita kebangkitan Kristus.
Kebangkitan Kristus menandakan kemenangan atas dosa dan kematian. Kemenangan ini tidak hanya milik Kristus, tetapi juga bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Bunda Maria dipandang sebagai murid yang paling setia. Oleh karena itu, ia diikutsertakan dalam kemuliaan kebangkitan Kristus. Dari sinilah muncul gelar “Ratu Surga” yang menunjukkan kedekatan yang mendalam antara Maria dan Kristus, baik di dunia maupun di surga.
Keberadaan Doa Ratu Surga mengingatkan umat akan apa yang terjadi pada Bunda Maria sebagai gambaran bagi setiap orang beriman yang percaya kepada Kristus.
Baca Juga: Teks Passio Jumat Agung: Kisah Sengsara dan Pengorbanan Yesus Kristus
(SA)
