Konten dari Pengguna

Doa Rosario dan Urutan Membacanya yang Lengkap

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa Rosario adalah salah satu doa yang dibaca oleh umat Katolik. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Doa Rosario adalah salah satu doa yang dibaca oleh umat Katolik. Foto: Pexels.com

Doa Rosario adalah salah satu doa yang dibaca oleh umat Katolik. Doa ini dibacakan untuk merenungi kehidupan Yesus.

Doa Rosario perlu dibaca sesuai dengan urutannya. Doa ini mempunyai makna yang sangat besar bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Lantas, seperti apa bacaan Doa Rosario? Bagaimana urutan Doa Rosario? Simak jawabannya dalam artikel ini.

Apa Itu Doa Rosario?

Doa Rosario adalah salah satu doa dalam tradisi Gereja Katolik yang terdiri dari serangkaian doa renungan atas misteri keselamatan. Foto: Pexels.com

Doa Rosario adalah salah satu doa dalam tradisi Gereja Katolik yang terdiri dari serangkaian doa renungan atas misteri keselamatan, dari saat Yesus mulai dikandung sampai Ia dimuliakan di surga dan mengutus Roh Kudus.

Doa Rosario dimulai dengan membuat tanda salib dan dilanjutkan dengan membaca doa pengakuan iman, Bapa Kami, Salam Maria, kemudian membaca misteri yang dipilih, dan diakhiri dengan doa kemuliaan.

Setiap misteri diikuti dengan sepuluh kali Salam Maria, sambil merenungkan misteri tersebut.

Doa Rosario diyakini sebagai alat doa syafaat yang ampuh, di mana mereka mencari perantaraan Maria, memohon padanya untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Putranya, Yesus Kristus.

Doa Rosario juga memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan umat Katolik di seluruh dunia.

Melalui sifatnya yang ritmis dan berulang, Rosario menciptakan ruang untuk kontemplasi dan keheningan.

Doa Rosario lengkap juga memupuk rasa damai, ketenangan, dan keheningan batin, memberikan penghiburan di saat kesusahan dan menawarkan sarana untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan pujian di saat gembira.

Baca Juga: 7 Doa Syafaat Kristen Protestan yang Bisa Didaraskan Sehari-hari

Sejarah Doa Rosario

Doa Rosario adalah salah satu doa dalam tradisi Gereja Katolik yang terdiri dari empat peristiwa, yaitu peristiwa gembira, sedih, mulia, dan terang/cahaya.

Asal usul doa Rosario tidak dapat ditentukan secara jelas secara histories, karena terbentuknya setahap semi setahap. Ada dua tradisi mengenai asal-usul doa Rosario.

Pertama, tradisi yang bersumber pada pengalaman St. Dominikus, pendiri Ordo Dominikan, pada awal abad ke-12.

Menurut tradisi ini, Bunda Maria menampakkan dirinya kepada St. Dominikus. Dalam penampakan itu, Maria memberikan Rosario kepada Dominikus dan meminta Dominikus untuk mewartakan Rosario itu.

Bunda Maria berjanji, jika Dominikus dengan setia mewartakan dan mendoakan doa Rosario, maka karya kerasulannya akan berhasil.

Saat itu, Santo Dominikus kebetulan sedang berjuang melawan kaum bidaah Albigensian [suatu kelompok yang tidak percaya terhadap misteri kehidupan Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia].

Dalam sejarah akhirnya, Dominikus dan para pengikutnya berhasil ‘mematikan’ bidaah Albigensian itu dengan jalan menggalakkan doa Rosario.

Tradisi kedua mengenai asal-usul doa Rosario adalah bahwa doa ini berasal dari doa Salam Maria yang didaraskan oleh para biarawati pada abad ke-9.

Doa Rosario mulai populer pada abad ke-15, terutama setelah kemenangan pasukan Katolik di Lepanto pada tahun 1571. Saat itu, Eropa diserang oleh kerajaan Ottoman, sehingga ancaman genting bahwa Kristen akan punah di Eropa.

Pasukan Turki telah melampaui pasukan Kristen di Spanyol, Genoa, dan Venesia. Menghadapi ancaman ini, Paus Pius V memerintahkan umat Katolik untuk berdoa Rosario memohon doa Bunda Maria, agar pasukan Katolik peroleh kemenangan.

Perintah ini dilaksanakan Don Juan, komandan armada pasukan Katolik. Demikian juga umat di seluruh Eropa memohon bantuan Bunda Maria.

Pada 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama dengan umat berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Maggiore sejak subuh sampai petang.

Walaupun tampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada tanggal 7 Oktober tersebut.

Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa di Vatikan setiap tanggal 7 Oktober.

Kemudian Paus Gregorius XIII menetapkan tanggal 7 Oktober itu sebagai Hari Raya Rosario Suci.

Doa Rosario melahirkan sebuah alat untuk menghitung jumlah doa Salam Maria yang didaraskan, yakni Rosario atau kalung Rosario.

Jari-jari tangan bergerak dari satu manik-manik ke satu manik-manik lainnya sejalan dengan didaraskannya doa.

Tanpa harus menghitung di dalam ingatan jumlah doa Salam Maria yang didaraskan, pikiran seseorang akan lebih bisa mendalami, dalam meditasi, peristiwa-peristiwa suci dalam Doa Rosario.

Melalui Doa Rosario, umat Katolik memohon perantaraan Maria untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Putranya, Yesus Kristus.

Baca Juga: 10 Doa Mau Belajar Kristen yang Diajarkan Tuhan Yesus

Urutan Doa Rosario

Doa Rosario dibacakan berdasarkan urutannya. Foto: Pexels.com

Doa Rosario dibacakan berdasarkan urutannya. Adapun urutan Doa Rosario lengkap ialah sebagai berikut:

  1. Tanda Salib

  2. Doa Pengakuan Iman

  3. Kemulian

  4. Terpujilah

  5. Doa Bapa Kami

  6. Salam Salam Putri Allah Bapa. Salam Maria

  7. Salam Bunda Allah Putra. Salam Maria

  8. Salam Mempelai Allah Roh Kudus. Salam Maria

  9. Doa Kemulian

  10. Doa Terpujilah

  11. Doa Iman

  12. Peristiwa Pertama

  13. Doa Bapak Kami

  14. Salam Maria (10 Kali)

  15. Kemuliaan

  16. Terpujilah

  17. Doa Iman

  18. Peristiwa Kedua

  19. Salam Maria (10 kali)

  20. Kemuliaan

  21. Terpujilah

  22. Doa Iman

  23. Peristiwa Ketiga

  24. Salam Maria (10 kali)

  25. Kemuliaan

  26. Terpujilah

  27. Doa Iman

  28. Peristiwa Keempat

  29. Salam Maria (10 kali)

  30. Kemuliaan

  31. Terpujilah

  32. Doa Iman

  33. Peristiwa V

  34. Salam Maria (10 kali)

  35. Kemuliaan

  36. Terpujilah

  37. Doa Iman

  38. Salam Maria (10 kali)

  39. Kemuliaan

  40. Terpujilah

  41. Doa Iman

  42. Doa Penutup

  43. Tanda Salib

Baca Juga: 5 Doa Persembahan Kristen untuk Dinaikkan dalam Berbagai Ibadah

Bacaan Doa dalam Doa Rosario

Ilustrasi seseorang membaca Doa Rosario. Foto: Pexels.com

Berikut beberapa bacaan yang dibaca saat Doa Rosario:

1. Tanda Salib

"Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin."

2. Doa Pengakuan Iman (Aku Percaya)

"Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari Bunda Maria Perawan, menderita di bawah Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dimakamkan, turun ke dalam neraka, pada hari ketiga bangkit lagi dari antara orang mati, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan jasad, dan hidup yang kekal. Amin."

3. Doa Kemuliaan

"Kemuliaan bagi Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Seperti yang telah pada mulanya, demikian juga sekarang dan selamanya. Amin."

4. Doa Terpujilah

Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yusuf, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

5. Doa Iman

Ya Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami.

6. Doa Bapa Kami

"Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di surga. Berikanlah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin."

7. Salam Maria

"Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan besertamu. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin."

8. Misteri yang Dipilih

Misteri yang dipilih dalam Doa Rosario adalah peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus dan Maria yang dihayati dalam doa.

Setiap misteri merujuk pada peristiwa dalam kehidupan Yesus dan Maria yang dihayati dalam doa.

Terdapat empat kategori misteri dalam Doa Rosario, yaitu peristiwa gembira, peristiwa sedih, peristiwa mulia, dan peristiwa terang. Setiap kategori terdiri dari lima misteri.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Doa Natal untuk Bersyukur dan Bersukacita bagi Umat Kristen

Ujud Doa Rosario

Doa Rosario adalah doa gabungan antara doa batin, doa permohonan, doa syukur, dan doa pujian. Foto: Pexels.com

Doa Rosario adalah doa gabungan antara doa batin, doa permohonan, doa syukur, dan doa pujian.

Doa ini dianggap sebagai sarana kontemplasi yang efektif di kalangan kaum beriman.

Doa Rosario terdiri dari empat peristiwa, yaitu peristiwa gembira, sedih, mulia, dan terang/cahaya. Setiap peristiwa tersebut menggambarkan serangkaian kejadian mulai dari kelahiran Yesus sampai kematian dan kebangkitan-Nya.

Umat Katolik dianjurkan untuk membacakan Doa Rosario dengan mengenakan sebuah kalung salib dengan manik-manik khusus yang disebut sebagai kalung Rosario.

Peristiwa atau misteri yang dipilih terdiri dari beberapa bagian, yakni:

Peristiwa Gembira

  • Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel

  • Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya

  • Kelahiran Yesus di Betlehem

  • Penyembahan orang Majus

  • Yesus ditemukan di Bait Allah

Peristiwa Sedih

  • Yesus berdoa di Taman Getsemani

  • Yesus disalibkan

  • Yesus ditikam dengan tombak

  • Yesus dimakamkan

  • Kebangkitan Yesus

Peristiwa Mulia

  • Yesus naik ke surga

  • Roh Kudus turun ke atas para rasul

  • Kenaikan Santa Perawan Maria ke surga

  • Maria dimahkotai sebagai Ratu Surga

  • Maria dimuliakan di surga

Peristiwa Terang

  • Pembaptisan Yesus di sungai Yordan

  • Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana

  • Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan

  • Yesus menampakan kemuliaan-Nya

  • Yesus menetapkan Ekaristi

Doa Rosario memohon perantaraan Maria untuk menyampaikan permohonan kepada Putra-Nya, Yesus Kristus.

Ini juga memiliki makna penting dalam kehidupan umat Katolik di seluruh dunia.

Dengan ritme dan pengulangan, Rosario menciptakan ruang untuk berkontemplasi bagi umat Katolik.

Doa ini juga memupuk rasa damai, ketenangan, dan keheningan batin, memberikan penghiburan di saat kesulitan dan sarana untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan pujian di saat sukacita.

(SAI)