Konten dari Pengguna

Doa Setelah Melakukan Hubungan Suami Istri beserta Artinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa setelah melakukan hubungan suami istri. Foto: Pexels/Pavel Danilyuk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa setelah melakukan hubungan suami istri. Foto: Pexels/Pavel Danilyuk

Daftar isi

Membaca doa setelah melakukan hubungan suami istri dianjurkan untuk setiap muslim. Doa ini dibaca agar umat Islam tak kehilangan pahala meskipun melakukan hubungan intim.

Hubungan suami istri bukan semata untuk melampiaskan nafsu, tetapi juga merupakan proses untuk mendapatkan keturunan. Setiap ikhtiar hendaknya dilakukan, termasuk membaca doa setelah melakukan hubungan suami istri.

Doa tersebut dapat dibaca dalam hati seusai melakukan hubungan suami istri. Maka dari itu, bacaannya penting untuk dihafalkan.

Doa Setelah Melakukan Hubungan Suami Istri

Ilustrasi doa setelah melakukan hubungan suami istri. Foto: Unsplash/Masjid MABA

Doa merupakan bentuk ibadah dan ladang pahala. Sehingga, setiap aktivitas manusia sebaiknya diawali dan diakhiri dengan berdoa, termasuk setelah melakukan hubungan suami istri.

Mengutip buku Fikih Wanita oleh al Bantani, doa berhubungan suami istri dalam agama Islam ada tiga, yaitu sebelum melakukan, setelah keluar air mani, dan setelah selesai.

Adapun, tujuan berdoa sebelum melakukan hubungan suami istri adalah agar menangkal campur tangan setan. Sehingga, apabila dikaruniai keturunan akan memberikan keturunan yang baik.

Sementara itu, setelah melakukan hubungan suami istri juga dianjurkan untuk berdoa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt dan supaya ikhtiar yang dilakukan dapat memberikan keturunan yang baik.

Berikut ini bacaan doa setelah melakukan hubungan suami istri:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

Alhamdulillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)."

Selain membaca doa di atas, setelah melakukan hubungan suami istri juga bisa melafalkan kata alhamdulillah, alhamdulillah, di mana artinya "segala puji bagi Allah".

Baca Juga: Hubungan Intim Sebaiknya Seminggu Berapa Kali Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Doa Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Ilustrasi mandi wajib. Foto: Pexels/Pixabay

Mengutip buku Pendidikan Islam Informal oleh Dra. Romlah M.Pd.I, setelah melakukan hubungan suami istri, umat Islam diwajibkan mandi junub untuk menyucikan diri dari hadas besar sehingga bisa beribadah kembali.

Mandi ini tak sama dengan mandi biasa, sebab memiliki bacaan doa dan tata cara tersendiri.

Berikut ini bacaan doa sebelum dan setelah mandi wajib yang dikutip dari buku Praktis Panduan Sholat Wajib-Sunnah oleh Abu Skahi dan Praktis Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab oleh Isnan Ansori, Lc., MA.

1. Niat Mandi Wajib

Niat mandi wajib harus dibaca sehingga ibadah untuk menyucikan hadas tersebut sah. Niat ini dibaca bersamaan saat air disiram ke tubuh. Di bawah ini lafalnya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah."

2. Doa Setelah Mandi Wajib

Setelah melaksanakan mandi wajib, agar ibadah tersebut lebih sempurna, dapat membaca doa di bawah ini:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusanNya. Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Ilustrasi mandi wajib. Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Menyadur buku Pendidikan Islam Informal oleh Dra. Romlah, M.Pd.I., tata cara mandi wajib telah dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Dawud. Berikut isinya:

Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha beliau menyatakan: "Kebiasaannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 'ala aalihi wasallam apabila mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu' beliau untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari-jemari beliau kedalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari-jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau." (HR. Al-Bukhari)

Selain itu, tata cara mandi wajib juga dijelaskan dalam hadis lain. Di bawah ini isi hadis tersebut:

Maimunah Ummul Mu'minin menceritakan: "Aku dekatkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 'ala aalihi wasallam air mandi beliau untuk janabat.

Maka, beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya.

Kemudian setelah itu beliau berwudhu' dengan cara wudhu' yang dilakukan untuk salat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya.

Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya." (HR. Muslim)

Dari hadis-hadis di atas, kemudian dapat disimpulkan tata cara mandi wajib dengan urutan sebagai berikut:

  1. Masuk kamar mandi dengan tutup kepala dan alas kaki, dianjurkan mendahulukan kaki kiri.

  2. Membasuh kedua tangan.

  3. Mencuci kemaluan dengan tangan kiri.

  4. Berwudhu seperti hendak salat.

  5. Mandi wajib dimulai dengan membasahi kepala sampai pangkal rambut sebanyak tiga kali sembari menggosok kepala dengan jari.

  6. Menyiram air ke seluruh tubuh dimulai dari bagian kanan lalu ke kiri.

  7. Membersihkan ketiak, telinga bagian dalam, pusar, dan jari-jari kaki.

  8. Menggosok semua bagian tubuh.

  9. Setelah mandi selesai, kedua kaki dicuci.

  10. Terakhir, mengeringkan tubuh dengan handuk bersih.

(NSF)