Konten dari Pengguna

Doa Setelah Sholat Istikharah Arab, Latin, dan Terjemahannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa setelah sholat Istikharah. Foto: Unsplash/Imad Alassiry
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa setelah sholat Istikharah. Foto: Unsplash/Imad Alassiry

Sholat Istikaharah adalah ibadah sunah yang dianjurkan bagi umat Muslim ketika bingung dalam mengambil keputusan. Agar lebih afdol, setelah mengerjakannya dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat Istikharah.

Lewat doa ini, umat Muslim bisa memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan untuk membuat keputusan yang tepat dan mampu membawa kebaikan. Selain bacaan doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, umat Muslim juga bisa memohon doa lainnya.

Seperti apa? Artikel berikut akan membagikan bacaan doa setelah sholat istikharah lengkap dengan tulisan latin dan terjemahannya. Yuk, simak uraian lengkapnya!

Doa Setelah Sholat Istikharah

Ilustrasi doa setelah sholat Istikharah. Foto: Unsplash/Masjid MABA

Rasulullah SAW telah menganjurkan umatnya untuk melakukan sholat istikharah ketika dihadapkan pada pilihan atau keputusan besar dalam hidup. Sebagaimana disebutkan dalam sabda beliau:

"Tidak akan menyesal orang yang mengerjakan sholat istikharah dan tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah serta tidak akan kekurangan orang yang berhemat."

Setelah selesai melaksanakan sholat istikharah, umat Muslim disarankan untuk mengamalkan doa khusus untuk memohon petunjuk terbaik dalam mengambil keputusan. Dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat Istikharah oleh qultummedia.com, berikut bacaan doanya:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahumma shalli wa sallim 'alaa sayyidina muḫamamdin, Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin. Allaahumma innii astakhiiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Allahumma fa-in kunta ta'lamu haadzal amra khairun lii fii diinii wa dun-yaaya wa 'aaqibati amrii 'aajilihi wa aajilihi faqdurhu lii wa baarik lii fiihi tsumma yassirhu lii. Wa in kunta ta'lamu anna hâdzal amra syarrun lii fii diinii wa dun-yâya wa 'aaqibati amrii 'aajilihi wa aajilihi fashrifnii 'anhu washrfhu 'annii waqdur liyal khaira haitsu kaana ainamaa kaanuu innaka 'alaa kulli syai-in qadiir. Wa shallallaahu 'alaa sayyidina muhamamdin, walhamdulillâhi rabbil 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, diniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu."

Doa ini dapat dibaca dalam sholat setelah sholat Istikharah, baik ketika sujud terakhir di dalam sholat atau setelah salam. Namun, Rasulullah SAW lebih menganjurkan untuk membaca doa ini setelah salam, sebagaimana hadis berikut.

"Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, kerjakanlah sholat dua rakaat selain sholat fardhu, lalu hendalkah ia berdoa."

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Dhuha yang Dapat Diamalkan untuk Meraih Berkah

Tata Cara Sholat Istikharah

Ilustrasi sholat Istikharah. Foto: Unsplash/Media Utsman.

Secara umum, tata cara sholat istikharah sama saja seperti sholat sunah biasa, yakni dilakukan dalam dua rakaat dan satu kali salam. Meski bisa dikerjakan kapan saja, namun ada waktu mustajab yang bisa dipilih untuk menunaikan sholat istikharah, yakni pada sepertiga malam terakhir.

Sholat istikharah bisa dilakukan berulang kali tanpa batas rakaat. Anda bisa mengerjakannya sampai memperoleh keyakinan dalam hati atas pilihan yang diambil. Bahkan, beberapa ulama mengamalkan sholat istikharah setiap hari dengan tujuan agar setiap langkah yang diambil mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Berikut tata cara sholat istikharah selengkapnya yang dihimpun dari buku Panduan Lengkap Shalat Istikharah oleh qultummedia.com.

  1. Membaca niat.

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

Usholli sunnatal istikharati rak'ataini lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat sholat istikharah dua rakaat karena Allah ta'ala."

  1. Takbiratul ihram.

  2. Membaca doa iftitah.

  3. Membaca surat Al-Fatihah.

  4. Membaca surat pendek. Rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun.

  5. Rukuk.

  6. Iktidal.

  7. Sujud pertama.

  8. Duduk di antara dua sujud.

  9. Sujud kedua.

  10. Berdiri untuk rakaat kedua.

  11. Membaca surat Al-Fatihah.

  12. Membaca surat pendek. Rakaat kedua dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas.

  13. Rukuk.

  14. Iktidal.

  15. Sujud pertama.

  16. Duduk di antara dua sujud.

  17. Sujud kedua.

  18. Setelah membaca doa sujud kedua, dianjurkan membaca doa berikut:

سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَاۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

Subhanaka laa 'ilma lana illa maa 'allamtana innaka antal 'aliimul hakiim.

"Mahasuci Engkau (ya Allah), tiada pengetahuan bagi kami, kecuali apa-apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

  1. Tahiyat akhir.

  2. Salam.

Bagi perempuan yang sedang berhalangan sholat, misalnya haid atau nifas, tetapi ingin mengerjakan sholat istikharah, maka cukup dengan membaca doa setelah istikharah tanpa mengerjakan sholatnya.

(NSF)