Konten dari Pengguna

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir: Arab, Latin, dan Artinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa setelah sholat Tarawih dan Witir. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa setelah sholat Tarawih dan Witir. Foto: Pexels

Sholat Tarawih dan Witir merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Tarawih dilakukan setelah sholat Isya, sedangkan Witir menjadi penutup rangkaian ibadah malam tersebut.

Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat Tarawih dan Witir agar mendapatkan berkah serta rahmat dari Allah SWT. Dengan membaca doa ini, umat Islam dapat memohon ampunan serta meminta perlindungan dari segala fitnah dan keburukan.

Selain itu, doa setelah sholat Tarawih dan Witir juga dapat dilafalkan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan umat Muslim. Berikut bacaan doa setelah sholat Tarawih dan Witir yang bisa diamalkan.

Doa Setelah Sholat Tarawih

Ilustrasi doa setelah sholat Tarawih dan Witir. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Raya

Sholat Tarawih memiliki banyak keutamaan bagi yang mengerjakannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya:

"Barang siapa yang melaksanakan sholat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Jika mengamalkan doa setelah sholat Tarawih, keutamaan yang didapat akan semakin berlimpah. Dalam buku Doa-Doa Mustajabah oleh Abu Qalbina (2009), umat Islam ini dianjurkan untuk membaca doa kamilin berikut ini setelah sholat Tarawih, sebelum melanjutkan ke sholat witir:

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

(Allahumma j'alnaa bil-iimaani kaamilin. Wa lil-faraaidhi mu'addiin. Wa lis-salaati haafiziin. Wa liz-zakaati faa'iliin. Wa maa 'indaka thaalibiin. Wa li'afwika raajiin. Wa bil-huda mutamassikiin. Wa 'ani al-laghwi mu'ridhiin. Wa fid-dunyaa zaahidiin. Wa fil-aakhirati raaghibiin. Wa bil-qadhaai raadiin. Wa lin-na'maa'i shaakiriin. Wa 'alal-balaai shaabiriin. Wa tahta liwaa'i Muhammadin ṣallallāhu 'alayhi wa sallam yawmal-qiyaamati saa'iriin wa 'alal-hawḍi waaridiin. Wa 'ilal-jannati daakhirin. Wa min an-naari naajiin. Wa 'alaa sirril-karaamati qaa'idiin. Wa biḥuwrin 'aynin mutazawwijin. Wa min ṭa'aamil-jannati aakiliin. Wa min labanin wa 'asalin muṣaffaan shaa'ribiin. Bi'aqwaabin wa 'abaariqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'al-ladziina an'amta 'alayhim minan-nabiyyiina wal-ṣiddiiqiina wash-shuhadaai was-saalihiin. Wa ḥasuna ulaa'ika rafiika. Dzalikal-fadlu mina Allahi wa kafaa bil-lahi 'aliiman. Allahumma j'alnaa fii haadzihi lailatish-shahriwash-sharifihi l-mubaarakaati minas-sa'daa'il-maqbuuliin. Wa laa taj'alnaa minash-shaqyiina l-marduudiin. Wa ṣallallahu 'alaa sayyidinaa Muḥammadin wa aalihi wa ṣaḥbih 'ajma'iin. Biraḥmatika yaa arḥama ar-raaḥimiin. Wal-ḥamdu lillahi rabbi l-'aalamiin.)

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Baca juga: Bacaan Doa Mandi Puasa Ramadhan dan Tata Caranya

Doa Setelah Sholat Witir

Ilustrasi doa setelah sholat Tarawih dan Witir. Foto: Pexels/Vija RIndo

Setelah Tarawih, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan sholat Witir. Hal ini didasarkan dari hadist riwayat Muslim, yang dikutip dari Ensiklopedia Shalat menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah oleh Al-Qahthani (2006:450)

“Barang siapa mengerjakan sholat pada malam hari maka hendaklah dia menjadikan sholat terakhirnya sebagai Witir (sebelum Subuh) karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan hal tersebut.” (Said bin ‘Ali bin Wahf al-Qahtjani)

Doa setelah Witir mengandung banyak kebaikan bagi. Berikut bacaan doa setelah sholat Witir yang dapat dipanjatkan oleh Muslim:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنَا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِينًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ السُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْعِنَاءَ عَنِ النَّاسِ. اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَحْشُعَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيرَنَا يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

(Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman wanas-aluka qalban khaasyi'an wanas aluka 'ilman naafi'an wa nas-aluka yaqiinan shaadiqan wa nas-aluka 'amalan shaalihan wa nas-aluka diinan qayyiman wa nas-aluka khairan katsiiran wa nas-alukal 'afwa wal'aafiyata wanas-aluka tamaamal 'aafiyati wa nas-alukasy syukra 'alal 'aafiyati wa nas alukal ghinaa 'aninnaasi.

Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu'anaa wa tadharru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiina wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi ajma'iina wal hamdu lillaahi rabbil'aalamiina.)

Artinya, "Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyu, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia.

Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami: sholat, puasa, ibadah, kekhusyu'an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam."

(SLT)