Konten dari Pengguna

Doa Susah Tidur dalam Islam dan Adab Sebelum Tidur Ajaran Rasulullah SAW

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Doa Susah Tidur. Foto: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Doa Susah Tidur. Foto: unsplash.com

Susah tidur adalah masalah yang kerap dialami oleh sebagian orang. Seseorang yang susah tidur biasanya akan kesulitan untuk menjaga kualitas tidurnya dalam batas normal.

Merujuk pada buku Perisai Segala Penyakit, gejala susah tidur termasuk gangguan kesehatan. Penyebabnya bisa karena stres, depresi, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein.

Gejala susah tidur tentu sangat mengganggu siklus istirahat di malam hari. Jika gangguan ini terlalu sering dialami, maka hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan. Pada dasarnya, manusia perlu istirahat yang cukup agar tubuh terasa segar kembali untuk memulai aktivitas.

Dalam ajaran Islam, jika gejala susah tidur disebabkan oleh perasaan cemas, takut, dan khawatir, maka yang perlu dilakukan adalah mengingat Allah SWT dengan berdoa. Doa akan membuat hati seseorang lebih tenang.

Ilustrasi Doa Susah Tidur. Foto: unsplash.com

Doa Susah Tidur dalam Islam

Sulit tidur dapat diatasi dengan membaca doa sebagai permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa diberi perlindungan. Berikut doa susah tidur dalam Islam yang dikutip dari buku Ada Apa dengan Doa Kita oleh Wawan Shofwan Shalehuddin dan Dzikir, Wirid, Doa, dan Shalawat Sehari-hari Sepanjang Tahun karya Sayyid M. Dzikri H.

1. La ilaha illallahul waahidul qaharu robbis samaawaati wal ardli wa maa bainahumal ‘aziizul goffar.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan yang Maha Kuasa, Tuhan yang mengurus langit dan bumi yang ada diantara keduanya, yang Maha Gagah, Maha Pengampun.” (HR. Ibnu Hiban)

2. A’uudzu bikalimatillaahit taammaati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatizy syayaathiina wa ayyahdhuruun.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan dan siksaan-Nya, dan dari godaan setan (bisikannya), serta jangan sampai mereka hadir (kepadaku).”

3. Allaahumma ghaaratin nujuumu wa hada’atil ‘uyuunu wa anta hayyun qayyuumun laa ta’khudzuka sinatun wa laa naumun, ya hayyu yaa qayyuumu ahdi’ lailii wa anim ‘ainii.

Artinya: “Ya Allah, bintang-bintang telah tenggelam dan semua mata telah tertidur lelap, sedangkan Engkau Maha Hidup abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk-Mu, Engkau tidak pernah terkena kantuk dan tidak pula tidur. Wahai Yang Maha Hidup abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku.”

Ilustrasi Doa Susah Tidur. Foto: pixabay.com

Adab Sebelum Tidur

Agar tidak mengalami kesulitan tidur, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperhatikan adab sebelum tidur yang dicontohkan Rasulullah SAW. Berikut adab sebelum tidur yang diambil dari buku Sibuk Membangun Istana, tapi Membinasakan Satu Kota dan Kuliah Adab.

1. Tidur di awal malam

Tidur di awal malam dilakukan untuk menghindari sesuatu yang kurang bermanfaat, seperti berbincang-bincang atau yang lainnya.

Bahwasanya Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum shalat Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tidur dalam keadaan berwudhu

Biasakan tidur dalam keadaan suci, yaitu dengan mengambil wudhu sebelum naik ke tempat tidur.

Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari no. 247)

3. Berbaring dengan sisi kanan tubuh

Tidur menghadap sisi kanan tubuh bermanfaat bagi jantung. Sebaliknya, tidur dengan bertumpu pada sisi kiri tubuh membuat seseorang menjadi malas.

4. Membaca ayat kursi sebelum tidur

Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al-Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari)

(DND)