Konten dari Pengguna

Emotional Damage Artinya Apa? Ini Pengertian, Penyebab, dan Ciri-cirinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang yang mengalami emotional damage. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang mengalami emotional damage. Foto: Pexels

Dalam bahasa Indonesia, emotional damage artinya kerusakan emosi. Emotional damage adalah istilah yang merujuk pada dampak negatif terhadap kesehatan emosional, pikiran, dan perasaan seseorang yang disebabkan oleh peristiwa tertentu.

Mengutip buku Psikologi Keperawatan oleh Mareta Akhriansyah, dkk., emosi merupakan suatu keadaan yang menjelaskan tentang perasaan dan komponen fisiologis, biologis, dan psikologis, serta kecenderungan untuk bertindak sesuai kondisi lingkungannya.

Emosi tumbuh dari pengalaman-pengalaman yang terjadi secara individual terhadap suatu objek atau peristiwa tertentu. Salah satu pengalaman yang melatarbelakangi munculnya emosi adalah pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan.

Ketika seseorang mengalami pengalaman buruk atau traumatis, kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya emosi negatif. Emosi negatif tersebut dapat berkembang menjadi kerusakan emosi atau emotional damage. Apa penyebabnya?

Emotional Damage Artinya Apa?

Ilustrasi seseorang yang mengalami emotional damage. Foto: Pexels

Sebenarnya, emotional damage bukanlah istilah diagnostik resmi dalam psikologi ataupun psikiatri. Namun, dalam konteks sehari-hari, istilah ini digunakan untuk menggambarkan dampak negatif dari pengalaman traumatis atau stres berat pada kesejahteraan emosional seseorang.

Mengutip laman Charlie Health, emotional damage artinya merujuk pada kerusakan atau dampak negatif yang terjadi pada kesehatan emosi, pikiran, dan perasaan seseorang.

Emotional damage ditimbulkan oleh suatu peristiwa atau situasi tertentu yang memiliki pengaruh negatif pada kesehatan fisik dan mental. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengatasi emosinya.

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami pelecehan emosional atau kekerasan fisik dari orang terdekatnya, seperti keluarga atau pasangan, berpotensi mengalami emotional damage.

Seiring berjalannya waktu, dampaknya bisa sangat merugikan. Orang dengan emotional damage mungkin mengalami kecemasan terus-menerus dan ketakutan untuk memulai hubungan baru karena rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan oleh pelecehan tersebut.

Selain itu, orang dengan kondisi ini mungkin sulit mengendalikan emosinya dan sering mengalami perubahan suasana hati yang drastis, seperti merasa marah dan sedih yang intens.

Penyebab Emotional Damage

Ilustrasi seseorang yang mengalami emotional damage dapat disebabkan oleh pengalaman traumatis dari peristiwa tertentu. Foto: Pexels

Ada berbagai faktor penyebab emotional damage, di antaranya:

1. Pengalaman Traumatis

Pengalaman traumatis seperti kematian anggota keluarga atau peristiwa berat lainnya dapat menjadi penyebab emotional damage. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kecemasan, depresi, hingga menarik diri dari lingkungan.

2. Gangguan Kesehatan Mental

Emotional damage sering kali berhubungan dengan gangguan kesehatan mental yang mendasarinya.

Contohnya adalah gangguan depresi, kecemasan, atau gangguan kepribadian yang dapat menyebabkan perubahan perilaku yang drastis.

3. Lingkungan yang Tidak Mendukung

Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh konflik atau kurangnya support system dari keluarga biasanya lebih rentan mengalami emotional damage.

Ciri-Ciri Emotional Damage

Ilustrasi seseorang yang mengalami emotional damage. Foto: Pexels

Seseorang yang mengalami emotional damage dapat memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang bervariasi antara satu individu dengan lainnya. Adapun ciri-ciri emotional damage secara umum, yaitu:

  • Mengalami perubahan suasana hati yang drastis, seperti merasa sedih, cemas, marah, atau depresi secara terus-menerus.

  • Mengalami masalah kepercayaan, seperti merasa takut saat berhubungan atau memercayai orang lain.

  • Rendah diri, di mana seseorang mungkin kurang percaya diri dan tidak menganggap dirinya layak atau berharga.

  • Kesulitan untuk membangun hubungan dekat dengan orang lain karena takut penolakan.

  • Munculnya perilaku menghindari situasi atau pemicu yang mengingatkan mereka pada pengalaman traumatis di masa lalu. Kondisi ini bisa membatasi aktivitas dan interaksi sosial mereka.

  • Menjadi sangat waspada terhadap situasi yang dapat menyebabkan mereka merasa gelisah.

  • Sering mengingat pengalaman traumatis di masa lalu yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

  • Beberapa individu mungkin melakukan perilaku berbahaya untuk mengatasi tekanan emosional mereka, seperti penyalahgunaan obat terlarang atau melukai diri sendiri.

  • Mengalami perasaan sedih yang berkepanjangan atau depresi.

Demikian penjelasan mengenai emotional damage artinya apa beserta penyebab dan ciri-cirinya. Emotional damage merupakan kondisi yang kompleks. Setiap individu mungkin merespons kondisi ini dengan cara yang berbeda, serta tingkat keparahannya juga bisa bervariasi.

(SFR)