Etika dan Cara Makan Sushi yang Benar Menurut Tradisi Masyarakat Jepang

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sushi adalah makanan khas Jepang yang terbuat dari nasi. Jenis makanan ini biasanya dilengkapi dengan isian ikan atau seafood yang disantap bersama soyu, wasabi, dan bubuk cabai.
Mengutip Best of The Best Tokyo susunan Saleha Juliandi, dkk (2015), ada banyak jenis sushi yang biasa dijual di restoran. Jenis-jenis tersebut berbeda dalam proses pembuatan dan penyajiannya kepada konsumen.
Salah satu jenis susi yang cukup terkenal yaitu Nigiri. Sushi ini dibuat dengan cara meletakkan selembar irisan tipis ikan, seafood, atau bahan sushi lainnya di atas kepalan nasi.
Kemudian, ada juga jenis lain seperti gunkan, norimaki, cirashi, temaki, dan inari yang biasa dijumpai di restoran Jepang. Sushi tersebut bisa dikonsumsi bersamaan dengan sake untuk menambah cita rasa yang nikmat.
Masyarakat Jepang sendiri mengenal etika khusus untuk menikmati sajian sushi. Bagaimana cara makan sushi yang benar? Untuk mengetahuinya, simak informasinya berikut ini.
Cara Makan Sushi dan Etikanya yang Benar
Ada etika yang harus diperhatikan ketika Anda ingin makan sushi di restoran atau sushi bar. Pertama, saat duduk di sushi bar sebaiknya Anda mengucapkan terima kasih kepada itamae yakni sang koki pembuat sushi.
Ungkapan yang lazim digunakan yaitu “domo arigatou” yang artinya terima kasih. Jika ingin terlihat formal, Anda juga bisa mengucapkan “gochisosamadeshita” yang berarti terima kasih atas makanannya.
Selain itu, ada pula aturan tentang cara makan sushi lainnya yang harus diperhatikan. Dikutip dari buku Seni Menikmati Sushi: My First Sushi Experience karya Tumpal Situmorang (2022), berikut rangkumannya:
Jangan merendam sushi ke dalam shoyu, karena shoyu hanya berfungsi sebagai penyedap.
Habiskan sushi yang Anda pesan. Jangan menyisakan makanan karena akan dianggap tidak sopan.
Cuci tangan sebelum memasuki restoran sushi agar tetap steril.
Meski tidak wajib, jika Anda sempat berbicara agak panjang dengan itamae dan mendapatkan pelayanan yang baik, tidak ada salahnya memberi tip pada tempat yang telah disediakan.
Kuasai beberapa kata dalam bahasa Jepang, seperti itadakimasu dan gochisosamadeshita. Hal kecil ini bisa memberikan kesan positif bagi interaksi Anda dengan teman atau itamae.
Jika Anda makan bersama yang lebih senior atau lebih tua, usahakan untuk selalu menuangkan minuman dan jangan hanya menuangkan minuman ke cawan sendiri.
Jangan meminta pisau di restoran sushi. Sebab, sushi adalah makanan yang lembut, sehingga pisau tidak diperlukan.
Bertanyalah pada itamae, menu apa yang terbaik hari ini. Hal ini akan menunjukkan rasa hormat Anda kepadanya.
Minumlah sup miso dari mangkuk seolah-olah itu adalah cangkir. Kemudian, gunakan sumpit untuk mengambil makanan padat seperti tahu dan lainnya.
Kenalilah jenis-jenis sushi untuk memudahkan Anda memilih apa yang disuka.
Usahakan untuk tidak merokok di dalam restoran sushi. Sebab, bahan makanan laut seperti ikan mentah sangat sensitif terhadap bau yang menyengat seperti asap rokok.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu sushi?

Apa itu sushi?
Sushi adalah makanan khas Jepang yang terbuat dari nasi.
Apa saja jenis-jenis sushi?

Apa saja jenis-jenis sushi?
Nigiri, gunkan, norimaki, cirashi, temaki, dan inari
Bagaimana etika makan sushi?

Bagaimana etika makan sushi?
Jangan merendam sushi dalam shoyu. Sebab, shoyu gunanya hanya sebagai penyedap dan bukan untuk merendam sushi.
