Etika Menuntut Ilmu dalam Islam yang Bisa Diterapkan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap Muslim. Sebab, untuk bisa berhasil dalam urusan dunia dan akhirat, seseorang perlu mempelajari ilmunya terlebih dahulu. Rasulullah SAW bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah)
Dalam Islam, tidak ada perbedaan antara ilmu agama dan ilmu umum. Tujuannya sama, yaitu untuk mencari ridha dan berkah dari Allah SWT. Oleh karena itu, umat Muslim hendaknya memperhatikan keduanya.
Tidak lupa, etika dalam menuntut ilmu juga harus diperhatikan. Bagaimana Islam membahasnya? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut.
Etika Menuntut Ilmu dalam Islam
Hukum menuntut ilmu dalam Islam adalah wajib, akan berdosa seseorang jika enggan melakukannya. Mengutip buku Trick on Track: Ibadah, Ilmu, Muamalah karya Enang Hidayat, ilmu yang wajib dituntut adalah ilmu yang berhubungan dengan aktivitas hamba dalam rangka beribadah kepada Tuhannya. Ilmu ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Ilmu tentang keyakinan (akaid), seperti tentang rukun iman yang enam, yaitu iman kepada Allah, malaikat, rasul, kitab, kiamat, qada dan qadar.
Ilmu tentang perintah yang harus dilakukan (wajib), seperti shalat, puasa, dan zakat.
Ilmu tentang perbuatan yang harus ditinggalkan (haram), seperti mabuk, judi, dan berzina.
Untuk mempelajarinya, umat Muslim harus memerhatikan adab dan etika yang telah dicontohkan Rasulullah. Mengutip buku Etika Peserta Didik Menurut Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, berikut etika menuntut ilmu dalam Islam yang bisa Anda terapkan:
1. Ikhlas dalam menuntut ilmu
Menuntut ilmu merupakan salah satu bagian dari ibadah yang Allah perintahkan kepada manusia. Hendaknya manusia beribadah dengan niat semata-mata karena Allah Ta’ala.
Niat ikhlas ini nantinya akan membawa ridho dan berkah-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya:
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”
2. Memiliki rasa takut kepada Allah SWT
Rasa takut kepada Allah sama dengan takwa. Definisi takwa dalam pandangan agama adalah kondisi ketika seorang hamba membuat penjaga antara dirinya dengan sesuatu yang ditakutinya, sehingga ia bisa menjaganya dari apa yang ditakutinya tersebut.
Dengan takwa, seorang penuntut ilmu akan lebih mudah memahami dan memperoleh ilmu yang sedang dia pelajari. Selain itu, ia juga akan mendapatkan pancaran keberkahan karena ketakwaannya tersebut. Karena sesungguhnya takwa dan ilmu adalah cahaya yang akan memberi penerang bagi para pemiliknya.
3. Merasa diawasi oleh Allah SWT
Ini menjadi hal yang sangat penting dan harus ada dalam diri seorang penuntut ilmu. Ia harus merasa seolah-olah Allah selalu melihat dan mengawasinya. Sikap ini nantinya akan membawa pada kejujuran dan semangat dalam menuntut ilmu.
Seperti yang diketahui bersama, saat ini nilai kejujuran terasa semakin sulit ditemukan. Sistem pendidikan yang baik adalah sistem pendidikan yang mampu menghasilkan manusia yang terdidik secara keilmuan, serta mengerti mana yang benar dan salah.
Sehingga, ilmu yang diperoleh tidak akan disalahgunakan untuk berbuat kejahatan. Ini karena sudah tertanam karakter yang baik dalam jiwa orang tersebut.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa hukum menuntut ilmu dalam Islam?

Apa hukum menuntut ilmu dalam Islam?
Hukum menuntut ilmu adalah wajib.
Apa ilmu yang sangat diwajibkan untuk umat Muslim?

Apa ilmu yang sangat diwajibkan untuk umat Muslim?
Ilmu yang berhubungan dengan aktivitas hamba dalam rangka beribadah kepada Tuhannya seperti akidah, fikih, dan lain-lain.
Bagaimana etika menuntut ilmu dalam Islam?

Bagaimana etika menuntut ilmu dalam Islam?
Menurnikan niat karena Allah, menjaga rasa takut kepada Allah, dan selalu merasa diawasi oleh-Nya.
