Fadhilah Shalat Tarawih Malam ke-9, Pahala Istimewa bagi Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad yang menjadi pembeda utama antara malam Ramadhan dengan malam-malam lainnya. Setiap Muslim dianjurkan menunaikannya karena pahala yang dijanjikan Allah SWT begitu luar biasa.
Allah menjanjikan keutamaan yang berbeda di setiap malam Ramadhan, termasuk untuk shalat tarawih di malam ke-9. Malam ini memberikan kesempatan bagi hamba Allah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Dengan memahami ganjaran yang terkandung di setiap malam tarawih, setiap Muslim dapat semakin termotivasi untuk beribadah dengan khusyuk dan konsisten. Berikut adalah fadhillah shalat tarawih pada malam ke-9 yang patut direnungi dan diamalkan.
Fadhillah Shalat Tarawih Malam ke-9
Mengutip buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, fadhillah shalat tarawih pada malam ke-9 begitu istimewa. Pada malam ini, pahala yang diberikan seakan-akan setara dengan pahala ibadah yang dilakukan oleh para Nabi.
Adapun Nabi yang dimaksud dalam penjelasan tersebut adalah manusia-manusia pilihan Allah SWT yang menerima wahyu, menegakkan tauhid, serta menjadi teladan bagi umat manusia.
Dalam hal ibadah, para Nabi memiliki derajat yang sangat tinggi, baik dari sisi kekhusyukan, ketulusan, maupun banyaknya amal yang dilakukan.
Tentu saja, kualitas dan kuantitas ibadah mereka tidak dapat ditandingi oleh manusia biasa, sehingga keutamaan malam ke-9 ini menjadi motivasi besar untuk semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Tata Cara Shalat Tarawih
Mengingat keutamaannya yang begitu besar, sudah semestinya setiap Muslim menunaikan shalat tarawih dengan penuh kesungguhan dan sesuai tuntunan syariat. Pada dasarnya, tata cara shalat tarawih tidak jauh berbeda dengan shalat fardhu maupun shalat sunnah lainnya.
Di Indonesia, jumlah rakaat yang lazim dikerjakan adalah 8 rakaat yang dilanjutkan dengan 3 rakaat Witir, atau 20 rakaat yang juga ditutup dengan 3 rakaat Witir. Merujuk pada laman Baznas, berikut tata cara pelaksanaan shalat tarawih yang dapat dijadikan panduan:
Takbiratul ihram sambil melafalkan niat di dalam hati.
Membaca doa iftitah.
Membaca Surah Al-Fatihah.
Membaca salah satu surah pendek Al-Qur’an.
Ruku’ dengan tuma’ninah (tenang).
I’tidal (bangkit dari ruku’).
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Bangkit untuk rakaat kedua dan mengulangi urutan yang sama seperti rakaat pertama.
Tasyahud akhir pada rakaat kedua.
Salam.
Pola dua rakaat satu salam ini diulangi sesuai jumlah rakaat yang diinginkan, misalnya empat kali pengulangan untuk 8 rakaat, atau sepuluh kali pengulangan untuk 20 rakaat.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Tarawih yang Wajib Diketahui Umat Islam
(ANB)
