Konten dari Pengguna

Fakta Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Pernah Dilarang Rezim Orde Baru

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Garuda Pancasila. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Garuda Pancasila. Foto: Shutter Stock

Setiap 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Ini adalah momentum untuk menghayati dan mengupayakan aktualisasi nilai-nilai dasar negara kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Meskipun sejarah mencatat Pancasila lahir pada 1 Juni 1945 dan disahkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945, nilai yang terkandung di dalamnya telah mengakar dalam budaya bangsa sejak lama. Nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan semuanya terinspirasi dari manusia Indonesia itu sendiri.

Nah, untuk merayakan Hari Lahir Pancasila, yuk simak fakta-fakta menariknya berikut ini:

Istilah Pancasila Lahir Dari Saran Ahli Bahasa

Patung lilin Ir. Soekarno dipajang berdampingan dengan Garuda Pancasila Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Lahirnya Pancasila tidak lepas dari peran Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang anggotanya terdiri dari para pemikir terbaik bangsa. Pada sidang pertama yang digelar pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, sejumlah tokoh mengemukakan pendapatnya mengenai rumusan dasar negara.

Setelah Muhammad Yamin dan Mr Soepomo menyampaikan pidatonya, pada 1 Juni giliran Ir Soekarno yang menjelaskan idenya. Adapun usulan dasar negara yang disampaikan Bung Karno yaitu Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi; Kesejahteraan Sosial; dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Mengutip jurnal Pandangan Bung Karno Tentang Pancasila dan Pendidikan oleh Dwi Siswoyo (2013), Ir. Soekarno mengusulkan agar dasar negara tersebut diberi nama Pancasila. Ini adalah saran seorang kawan beliau yang merupakan ahli bahasa.

“Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa– namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi.” – Bung Karno dalam buku Camkan Pancasila: Pancasila Dasar Falsafah Negara.

Mengutip buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh P.N.H Simanjuntak, istilah Pancasila juga tertuang dalam buku Nagarakertagama karya Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karya Mpu Tantular.

Sejarah Peringatan Hari Lahir Pancasila

Ilustrasi Garuda Pancasila. Foto: Shutter Stock

Hari Lahir Pancasila tidak diperingati segera setelah Indonesia merdeka. Meski demikian, Bung Karno yang menjabat sebagai Presiden selalu mengkampanyekan Pancasila dalam setiap kesempatan.

Mengutip buku Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan & Petualang karya Julius Pour (2010), suatu hari Ketua Komite Sentral Partai Komunis Indonesia (PKI) D.N Aidit mengeluarkan pernyataan yang menghebohkan banyak pihak. Dalam pidato berjudul "Berani, Berani, Sekali Lagi Berani", Aidit mempertanyakan kelangsungan Pancasila sebagai dasar negara.

"Pancasila mungkin saja untuk sementara dapat mencapai tujuannya, sebagai faktor penunjang dalam menempa kesatuan dan kekuatan Nasakom. Tetapi, begitu Nasakom jadi realita, Pancasila sudah tidak diperlukan."

Tidak diketahui pasti bagaimana reaksi Bung Karno setelah mendengar pernyataan Aidit. Tak lama kemudian beliau memerintahkan diadakannya acara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 1964. Sementara itu melansir Historia, hari kelahiran Pancasila pertama kali diselenggarakan pada 5 Juni 1958 di Istana Negara.

Tidak Dirayakan di Era Orde Baru

Jenderal Soeharto yang baru saja diangkat menjadi Presiden Indonesia oleh Jenderal Nasution (Presiden Kongres Rakyat), di Jakarta 19 Maret 1967. Foto: AFP

Setelah rezim Orde Baru berkuasa, dilakukan proyek “de-Soekarnoisasi” untuk menghilangkan jejak Bung Karno dari ingatan bangsa Indonesia. Mengutip buku Membongkar Manipulasi Sejarah oleh Asvi Warman Adam (2009), sejak 1970 peringatan Hari Lahir Pancasila dilarang oleh Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib).

Hal ini terus berlanjut hingga berakhirnya masa Orde Baru. Saat diorama Monas dirancang sebelum 1965, terdapat diorama Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Namun saat pembangunannya rampung pada 1970 diorama tersebut dihilangkan.

Mengutip Peranan Soekarno Dari Menggali Hingga Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara karya Satria Janisar (2018) sejarawan Orde Baru, Nugroho Notosusanto juga mengajukan pendapat bahwa Mohammad Yamin-lah yang sebenarnya “menemukan” Pancasila.

Kemudian pada 2016 Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden (Kepres) No 24 Tahun 2016 menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus hari libur nasional.

Frequently Asked Question Section

Kapan Hari Lahir Pancasila Diperingati?

chevron-down

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni.

Mengapa tanggal 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila?

chevron-down

Karena pada tanggal tersebut istilah Pancasila pertama kali diperkenalkan oleh Ir Soekarno di sidang BPUPKI.

Tujuan Peringatan Hari Lahir Pancasila

chevron-down

Agar Pancasila terus dikenal dan diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

(ERA)