Fakta Unik Perayaan Diwali atau Deepavali, Festival Cahaya Asal India

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tahun, masyarakat di India memperingati perayaan Diwali atau Deepavali. Peringatan ini dirayakan pada bulan Aswayuja menurut kalender Caka Hindu atau sekitar bulan Oktober hingga November. Tahun 2020, perayaan Diwali jatuh pada hari ini, Sabtu (14/11).
Diwali adalah perayaan kemenangan kebaikan (dharma) atas keburukan (adharma). Kebaikan dilambangkan dengan cahaya, sedangkan kejahatan digambarkan dengan kegelapan. Karena itulah, perayaan ini identik dengan lampu dan cahaya.
Perayaan Diwali digelar dengan sejumlah tradisi. Di antaranya menyalakan sumber cahaya, berbagi kudapan manis dengan keluarga, membenahi rumah, menerangi rumah, dan masih banyak lagi.
Selain memiliki tradisi khusus, perayaan Diwali juga memiliki sejumlah fakta unik yang menarik untuk disingkap.
Langsung saja, berikut fakta unik perayaan Diwali atau Deepavali.
Dirayakan Selama 5 Hari
Perayaan Diwali dirayakan selama lima hari berturut-turut. Uniknya, perayaan tersebut memiliki makna berbeda di tiap harinya. Hari pertama yang disebut Vasu Daras ditujukan bagi sapi, hewan yang dipandang suci oleh umat Hindu.
Hari kedua, Dhan Teras, menjadi peringatan kemunculan Dewa Dhanvantari dari samudera. Hari ketiga yang disebut Naraka Chaturdashi merupakan puncak perayaan Dawali. Pada hari tersebut, perayaan dilakukan dengan membuat Rangoli, dekorasi dari beras, tepung, serta rempah.
Hari keempat atau Laksmi Puja diisi dengan pemujaan untuk Dewi Lakshmi dan Dewa Ganesha. Terakhir, hari kelima atau Bali Patipada adalah peringatan Dewi Khrisna yang mengangkat Bukti Govadhana untuk menyelamatkan rakyat dan sapi dari banjir.
Penuh dengan Cahaya
Seperti diketahui, festival Deepavali identik dengan cahaya dan lampu terang. Dalam perayaan ini, masyarakat akan menerangi seluruh kota dengan sumber cahaya dari lampu minyak tradisional India atau diya, lentera, dan lainnya. Selain itu, mereka juga menyalakan kembang api untuk meramaikan perayaan.
Perayaan Lintas Agama
Festival cahaya tak hanya dirayakan pemilik Hindu, namun juga penganut agama Buddha, Sikh dan Jainisme.
Umat Hindu merayakan Diwali untuk menyambut pulangnya Rama ke Ayodhya usai mengalahkan Rahwana. Umat Buddha memperingatinya sebagai hari Kaisar Ashoka ketika memeluk agama Buddha.
Lalu, umat Jaon merayakannya untuk mengenang hari Mahawira mencapai Nirwana. Sementara itu, umat Sikh memperingatinya untuk mengenang kepulangan Guru Har Gobind Ji dari penjara Kaisar Jahangir.
Pesta Meriah
Perayaan Deepavali diramaikan oleh pesta yang meriah. Dalam pesta tersebut, masyarakat biasanya bertukar hadiah dan mendoakan kebahagiaan keluarga atau kawannya. Selain itu, mereka juga menyalakan petasan di malam hari untuk meramaikan suasana sekaligus mengusir roh jahat.
(GTT)
