Konten dari Pengguna

Fakta Unik Rafflesia Hasseltii, Spesies Langka yang Ditemukan di Sumatera Barat

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
24 November 2025 14:27 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Fakta Unik Rafflesia Hasseltii, Spesies Langka yang Ditemukan di Sumatera Barat
Setelah pencarian selama 13 tahun, bunga Rafflesia hasseltii akhirnya kembali ditemukan di pesisir hutan Sumatera Barat. Yuk, simak fakta unik Rafflesia hasseltii berikut ini.
Berita Hari Ini
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Momen Deki mendokumentasi Rafflesia Hassellti usai menemukannya di hutan Sumbar. Foto: Septian Andriki/@bujangpalala44
zoom-in-whitePerbesar
Momen Deki mendokumentasi Rafflesia Hassellti usai menemukannya di hutan Sumbar. Foto: Septian Andriki/@bujangpalala44
ADVERTISEMENT
Penemuan bunga Rafflesia hasseltii di Sumatera kembali menyita perhatian para pecinta alam. Spesies langka yang dikenal memiliki ukuran besar dan tampilan unik ini memang sangat jarang ditemukan mekar sempurna di habitat aslinya.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan video di laman Instagram Universitas Oxford @oxford_uni, terlihat momen haru saat bunga raksasa ini ditemukan. Setelah 13 tahun pencarian, bunga tersebut akhirnya terlihat di kawasan hutan hujan Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada 18 November 2025 lalu.
Lantas, apa yang membuat Rafflesia hasseltii begitu istimewa dan berbeda dari jenis tumbuhan lainnya? Yuk, simak deretan fakta unik Rafflesia hasseltii berikut ini.

Fakta Unik Rafflesia Hasseltii

Momen Deki mendokumentasi Rafflesia Hassellti usai menemukannya di hutan Sumbar. Foto: Septian Andriki/@bujangpalala44
Dirangkum dari buku Tumbuhan Langka di Indonesia karya Ruyani dan laman resmi Pemerintah Kabupaten Sijunjung, berikut sejumlah fakta menarik mengenai Rafflesia hasseltii:

1. Status Konservasi Terancam Punah

Rafflesia hasseltii kini berstatus sangat terancam punah (Critical Endangered). Walau pertama kali ditemukan pada tahun 1879 dan pernah tercatat hidup dari Sumatera hingga Kalimantan Barat, populasinya di alam sangat sedikit dan terpencar-pencar. Tanpa perlindungan serius, spesies ini berpotensi benar-benar hilang dari muka bumi.
ADVERTISEMENT

2. Populasi Sangat Terbatas

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan rata-rata hanya terdapat kurang dari 10 kuncup bunga pada setiap lokasi kemunculannya. Artinya, jumlah hasselti di tiap habitat benar-benar minim dan sulit berkembang secara alami.
Kelangkaan ini semakin diperburuk oleh fakta bahwa Rafflesia hanya mekar sesekali, sehingga kesempatan untuk meneliti maupun mengamatinya sangat terbatas.

3. Parasit Sempurna Tanpa Daun, Batang, atau Akar

Rafflesia hasseltii tidak memiliki daun, batang, maupun akar seperti tumbuhan pada umumnya. Ia merupakan parasit murni (holoparasite) yang sepenuhnya menyerap nutrisi dari tumbuhan inangnya. Satu-satunya bagian yang dapat terlihat oleh manusia adalah bunganya, karena organ tersebut merupakan alat reproduksinya.

4. Hanya Tumbuh pada Inang Anggur Hutan (Tetrastigma)

Ilustrasi bunga Rafflesia arnoldi. Foto: REUTERS/Jeremy Holden/Harvard University/Handout
Karakteristik parasit membuat Rafflesia hasseltii sangat bergantung pada Tetrastigma, tumbuhan yang masih satu keluarga dengan anggur hutan. Ketergantungan penuh pada satu jenis inang ini menjadikan populasinya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan dan kerusakan habitat.
ADVERTISEMENT

5. Penampilan yang Sangat Ikonik

Rafflesia hasseltii dikenal memiliki warna merah gelap dengan bercak putih kontras. Kombinasi tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu spesies Rafflesia dengan tampilan paling mencolok. Bunga bangkai ini memiliki lima hingga enam kelopak dengan ukuran diameter mencapai 2-17 cm.

6. Memiliki Manfaat sebagai Obat Herbal

Rafflesia hasseltii telah lama dimanfaatkan masyarakat adat sebagai bahan ramuan tradisional. Bunga ini mengandung senyawa alkaloid seperti nikotin dan kafein, serta senyawa fenolik seperti katekin, proantosianidin, dan asam fenolat, yang dipercaya dapat mempercepat penyembuhan luka.
(ANB)