Fase Menstruasi Pada Wanita yang Berlangsung di Ovarium

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menstruasi adalah siklus hormonal yang secara alami dirasakan oleh wanita. Dalam prosesnya, menstruasi berfokus pada pembentukan endometrium, ovulasi, dan peluruhan dinding jika tidak terjadi kehamilan.
Pada kondisi normal, siklus menstruasi wanita berlangsung antara 22-35 hari. Lama perdarahannya beragam, tergantung pada kondisi hormonal dan fisiologis seseorang. Namun, umumnya berkisar antara 3-9 hari.
Selama siklus menstruasi, jumlah hormon estrogen dan progesterone yang dihasilkan oleh ovarium akan berubah. Mengutip buku Tiga Fase Penting Para Wanita karya Ratna Dewi Pudiastuti (2014), siklusnya diisi oleh tiga fase utama, yakni folikuler, ovulasi, dan luteal.
Ketiga fase tersebut terjadi di ovarium dan berpengaruh dalam menentukan lancar tidaknya siklus haid. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang fase menstruasi yang bisa Anda simak.
Fase Menstruasi Pada Wanita
Dirangkum dari Better Health dan sumber lain, berikut penjelasan tentang fase menstruasi pada wanita selengkapnya:
a. Fase folikuler
Fase ini dimulai pada hari pertama periode menstruasi. Berikut hal-hal yang terjadi selama fase folikuler:
Follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) dilepaskan oleh otak menuju ovarium untuk merangsang perkembangan sel telur di dalam ovarium.
Hormon FSH dan LH memicu peningkatan produksi estrogen.
Peningkatan level estrogen menghentikan produksi FSH. Keseimbangan hormon ini membuat tubuh bisa membatasi jumlah folikel yang matang.
b. Fase ovulasi
Fase ovulasi biasanya dimulai sekitar 14 hari setelah fase folikuler. Ini merupakan titik tengah dari siklus menstruasi yang dimulai sekitar 2 minggu kemudian. Berikut peristiwa yang terjadi selama fase ovulasi:
Peningkatan estrogen dari folikel dominan memicu lonjakan jumlah LH yang diproduksi oleh otak. Hal ini menyebabkan folikel dominan melepaskan sel telur dari dalam ovarium.
Sel telur dilepaskan dan ditangkap oleh ujung-ujung tuba fallopi yang mirip seperti tangan (fimbria). Kemudian, fimbria akan menyapu telur masuk ke dalam tuba fallopi selama 2-3 hari setelah ovulasi.
Akan terjadi peningkatan jumlah kekentalan lendir serviks. Jika seorang wanita melakukan hubungan intim pada masa ini, lendir yang kental akan menangkap sperma pria dan membantunya bergerak ke atas menuju sel telur untuk melakukan fertilisasi.
c. Fase luteal
Fase luteal adalah fase terakhir yang dimulai tepat setelah ovulasi. Adapun prosesnya adalah sebagai berikut:
Setelah sel telur dilepaskan, folikel yang kosong berkembang menjadi struktur baru yang disebut dengan corpus luteum.
Corpus luteum mengeluarkan hormon progesteron. Hormon ini nantinya mempersiapkan uterus agar siap ditempati oleh embrio.
Jika sperma telah memfertilisasi sel telur (proses pembuahan), maka telur yang telah dibuahi (embrio) akan melewati tuba fallopi kemudian turun ke uterus untuk melakukan proses implantasi. Pada tahap ini, wanita sudah dianggap hamil.
Jika pembuahan tidak terjadi, sel telur akan melewati uterus, mengering, dan meninggalkan tubuh 2 minggu setelahnya. Karena dinding uterus tidak dibutuhkan untuk menopang kehamilan, maka lapisannya akan rusak dan luruh. Darah dan jaringan dari dinding uterus pun (endometrium) bergabung untuk membentuk aliran menstruasi yang umumnya berlangsung selama 4-9 hari.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa saja fase menstruasi yang dialami wanita?

Apa saja fase menstruasi yang dialami wanita?
Fase folikuler, ovulasi, dan luteal.
Berapa lama masa keluarnya darah pada menstruasi?

Berapa lama masa keluarnya darah pada menstruasi?
4-9 hari.
Berapa lama rentang menstruasi bulanan wanita?

Berapa lama rentang menstruasi bulanan wanita?
Biasanya berlangsung antara 22-35 hari.
