Fenomena Pink Moon di Bulan April, Ini Jadwal dan Fakta Menariknya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langit bulan April akan dihiasi fenomena astronomi yang menarik untuk diamati, yaitu Pink Moon. Fenomena ini tidak merujuk pada perubahan warna bulan, melainkan sebutan untuk bulan purnama yang terjadi di bulan April.
Pink Moon dapat disaksikan dari berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Karena penampakannya yang indah, kehadiran bulan purnama ini pun menjadi salah satu momen yang dinantikan.
Lantas, kapan fenomena astronomi ini bisa disaksikan? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fenomena Pink Moon, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Kapan Fenomena Pink Moon Terjadi?
Pink Moon dapat diamati pada tanggal 1-2 April 2026. Mengutip laman Time and Date, puncak fenomena Pink Moon diperkirakan terjadi pada 2 April 2026. Meski mencapai puncak pada pagi hari, bulan purnama ini sudah dapat diamati sejak malam sebelumnya, yaitu pada 1 April 2026.
Bulan akan tampak jelas mulai setelah magrib hingga menjelang matahari terbit. Pengamatan dapat dilakukan dengan mata telanjang tanpa alat bantu. Namun, penggunaan teleskop atau kamera akan memberikan hasil yang lebih detail.
Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, pilih lokasi terbuka dengan minim gangguan cahaya. Saat bulan terbit di atas cakrawala, ukurannya akan terlihat lebih besar akibat efek ilusi optik yang dikenal sebagai moon illusion.
Pada momen ini, bulan sering tampak berwarna keemasan sehingga terlihat semakin indah. Hal tersebut terjadi karena cahaya matahari yang dipantulkan bulan melewati lapisan atmosfer Bumi yang lebih tebal. Akibatnya, cahaya biru dan ungu tersebar, sementara warna kemerahan atau oranye terlihat lebih dominan.
Asal Nama Fenomena Pink Moon
Meski disebut Pink Moon, fenomena ini tidak membuat bulan berubah warna menjadi merah muda. Nama tersebut berasal dari bunga liar berwarna pink yang mekar pada awal musim semi.
Dalam laman The Old Farmer’s Almanac disebutkan bahwa, istilah ini berkaitan dengan bunga phlox yang banyak tumbuh di Amerika Utara dan biasanya mekar bertepatan dengan bulan purnama di bulan April.
Selain Pink Moon, bulan purnama April juga memiliki berbagai sebutan lain dari budaya penduduk asli Amerika. Beberapa di antaranya adalah Breaking Ice Moon (Algonquin), Moon When the Streams Are Again Navigable (Dakota), Budding Moon of Plants and Shrubs (Tlingit), serta Moon of the Red Grass Appearing (Oglala).
Nama-nama tersebut mencerminkan makna pembaruan, kelahiran kembali, dan peralihan musim. Terkadang fenomena ini juga dikenal sebagai Bulan Paskah karena menandai awal musim semi. Hal ini berkaitan dengan kemunculannya sebagai bulan purnama pertama setelah peralihan musim menuju musim semi.
Selain itu, momen ini juga digunakan untuk menentukan tanggal Paskah, yang dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama tersebut.
Baca Juga: Antara 1994 dan 2018, Meksiko Mencapai Rekor yang Konsisten, Apakah Itu?
(SA)
