Konten dari Pengguna

Filosofi Ketupat, Hidangan Khas Lebaran yang Sarat Makna

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ketupat Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ketupat Foto: Shutter Stock

Ketupat menjadi makanan khas yang disajikan setiap lebaran. Terbuat dari beras yang dibalut dengan anyaman janur berbentuk diagonal, ketupat selalu disandingkan dengan kuah santan seperti sayur lodeh atau opor ayam. Idul Fitri terasa kurang lengkap tanpa kehadirannya.

Tidak hanya sebagai hidangan lebaran, ketupat juga memiliki filosofi yang dalam. Bentuk dan bahan penyusunnya memiliki makna tersendiri yang berfungsi untuk mengingatkan manusia kepada Sang Pencipta. Penasaran? Yuk, simak penjelasannya berikut ini:

Filosofi Ketupat

Ilustrasi ketupat Foto: Shutter Stock

Bagi masyarakat Jawa, tiga bahan utama ketupat yakni janur kuning, beras, dan santan memiliki makna tersendiri. Mengutip Majalah Tebuireng- Refleksi Hari Kemenangan dan Kemerdekaan, janur kuning adalah lambang tolak bala.

Sedangkan beras merupakan simbol kemakmuran, mencerminkan doa masyarakat agar diberi kelimpahan kemakmuran setelah hari raya. Sementara itu santan yang dalam bahasa Jawa disebut santen berima dengan kata "ngapunten" yang artinya mohon maaf. Ada yang mengatakan bahwa nama ketupat merupakan singkatan dari “ngaku lepat” yang artinya mengakui kesalahan.

Komaruddin Amin dan M. Arskal Salim dalam Ensiklopedi Islam Nusantara Edisi Budaya (2018) berpendapat bahwa kupat merupakan kependekan dari “laku papat” atau empat tindakan spiritual, yaitu:

  • Lebaran, yang berasal dari kata lebar (usai atau selesai). Lebaran menandakan berakhirnya waktu menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan.

  • Luberan, berasal dari kata luber (meluap atau melimpah). Dalam hal ini luberan diartikan sebagai ajakan untuk saling berbagi limpahan rizki dengan berzakat dan bersedekah untuk mereka yang berhak menerimanya.

  • Leburan, berasal dari kata lebur (melebur atau menghilangkan). Artinya mengakui kesalahan, memohon maaf, dan memberi maaf. Dengan demikian dosa-dosa dan kesalahan menjadi lebur.

  • Laburan, yang berasal dari kata labur atau kapur untuk memutihkan dinding rumah dan menjernihkan air. Laburan bermakna agar manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

Ilustrasi dua orang perempuan tengah membuat kulit ketupat menggunakan daun janur. Foto: Shutterstock

Adapun bentuk ketupat yang persegi merupakan perwujudan kiblat papat lima pancer. Empat kiblat itu adalah empat arah mata angin utama, yaitu Timur, Selatan, Barat, dan Utara yang bertumpu pada satu pusat. Maknanya, ke arah manapun manusia pergi, hendaknya ia tidak pernah melupakan pancer (pusat kehidupan) yaitu Tuhan yang Maha Esa.

Dengan demikian, ketupat merupakan simbolisasi dari permohonan maaf kepada Allah SWT (hamblum minallah) dan kepada sesama manusia (hamblum minannas).

Frequently Asked Question Section

Apa itu Ketupat?

chevron-down

Ketupat merupakan makanan tradisional Nusantara yang terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman janur. Biasanya disajikan saat lebaran.

Arti Ketupat

chevron-down

Ada yang berpendapat ketupat merupakan singkatan dari “ngaku lepat” yang artinya mengakui kesalahan. Ada pula yang menganggap kupat merupakan kependekan dari “laku papat” atau empat tindakan spiritual.

Makna kiblat papat lima pancer

chevron-down

Ke arah manapun manusia pergi, hendaknya ia tidak pernah melupakan pusat kehidupan yaitu Tuhan yang Maha Esa.

(ERA)