Filosofi Noken Papua, Simbol Kesuburan hingga Perdamaian

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

4 Desember menjadi hari bersejarah di mana pada tanggal tersebut noken Papua resmi dijadikan Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO. Mengutip Kemdikbud, noken merupakan tas tradisional asli Bumi Cenderawasih yang terbuat dari serat kayu, daun, atau batang anggrek.
Meski terbuat dari bahan alami, noken tebukti cukup kuat dan memiliki banyak fungsi. Noken digunakan untuk berbagai keperluan seperti membawa barang kebutuhan sehari-hari, menyimpan barang, hingga menggendong bayi.
Cara menggunakan noken juga cukup unik yaitu dengan meletakkan tali tas di dahi lalu mengalungkannya ke arah punggung.
Noken menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Papua. Selain bernilai guna praktis, noken juga memiliki banyak filosofi. Apa saja filosofinya?
Simbol Kedewasaan dan Kesuburan
Noken identik dengan perempuan Papua. Anak perempuan di Papua sudah harus belajar membuat noken sejak kecil. Mereka tidak dapat dikatakan dewasa apabila belum mampu membuat noken dengan baik.
Selain itu, kemampuan membuat noken juga menjadi syarat untuk menikah. Menurut La’a dan Sri S dalam Makna Tenun Ikat Bagi Perempuan: Studi Etnografi di Kecamatan Mollo Utara-Timur Tengah Selatan, dalam pandangan masyarakat Papua hasil tenunan noken dapat menggambarkan ketelitian, kesabaran, dan rasa indah pembuatnya.
Oleh sebab itu, terdapat anggapan bahwa jika seorang perempuan telah mampu membuat noken dengan baik, ia juga akan mampu mengatur rumah tangganya. Alasan lainnya mengapa hanya perempuan yang membuat noken adalah karena kerajinan ini merupakan simbol kesuburan seorang perempuan.
Mengajarkan Nilai Kejujuran
Noken mengajarkan tentang nilai kejujuran dan pentingnya menghargai kepemilikan seseorang. Hal ini sebagaimana mengutip dari jurnal Fungsi, Makna, dan Eksistensi Noken Sebagai Simbol Identitas Orang Papua karya Arie Januar.
Noken berbentuk mirip jaring dan transparan sehingga isinya dapat terlihat oleh orang lain. Oleh karena itu, noken dianggap sebagai pengingat agar masyarakat melakukan ativitas secara jujur.
Simbol Perdamaian Antarsuku
Masih dikutip dari sumber yang sama, noken merupakan benda yang harus ada dalam proses perdamaian antarsuku. Semua suku di Papua memiliki kemampuan untuk membuat noken.
Jadi noken berfungsi sebagai pengingat bahwa suku-suku di Papua memiliki kesamaan budaya. Hal ini akan menumbuhkan rasa persaudaraan satu rumpun sehingga perdamaian dapat terwujud.
(ERA)
