Frekuensi Pernapasan Normal pada Bayi, Anak-anak, Orang Dewasa, dan Lansia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu keperawatan, frekuensi napas manusia masuk ke dalam materi pelaksanaan manajemen Care Bundle. Frekuensi napas atau Respiration Rate (RR) ini diartikan sebagai jumlah siklus pernapasan (inhalasi dan ekshalasi) dalam waktu 60 detik.
Dijelaskan dalam buku Manajemen Care Bundle pada Pasien Cedera Kepala karya Serly Sani, frekuensi napas menjadi komponen tanda-tanda vital untuk mengetahui kondisi pasien. Pengukurannya bisa dilakukan dengan memperhatikan pergerakan dinding dada dalam rentang waktu satu menit.
Pada orang dewasa, frekuensi napas normal dalam 60 detik berkisar antara 12-20 kali. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal yang menyertainya.
Lalu, bagaimana frekuensi napas pada bayi, anak-anak, dan lansia? Nah, artikel berikut akan membahasnya secara menyeluruh untuk Anda.
Frekuensi Pernapasan Pada Manusia
Frekuensi pernapasan normal bayi yang baru lahir berkisar antara 30-60 kali per menit. Menurut Yulrina Ardhiyanti dalam buku Keterampilan Dasar Kebidanan 1, syaratnya tidak ada retraksi dada dan suara merintih saat melakukan ekspirasi.
Sementara pada anak-anak usia sekolah berkisar antara 18-30 kali, remaja 12-16 kali, dan lansia 28 kali per menit. Frekuensi ini bisa menjadi pendeteksi awal ketidakefektifan dari pola nafas.
Sebagai informasi, irama dan pola pernapasan manusia diatur oleh aktivitas neural pada otot-otot pernapasan. Dengan kata lain, pengatur ini tidak berada di paru-paru atau otot pernapasan itu sendiri, melainkan berada di pusat regulator otak.
Kontrol pernapasan melibatkan 3 komponen penting, yaitu faktor yang berhubungan dengan inspirasi dan ekspirasi, faktor yang berhubungan dengan kedalaman dan frekuensi pernapasan, serta faktor yang menyebabkan kompensasi pernapasan untuk tujuan tertentu di tubuh.
Pusat kontrol pernapasan terletak pada batang otak yang berfungsi mengatur pola pernapasan. Di medula, pusat kontrol pernapasan terdiri dari gabungan beberapa sel neuron untuk mengatur pergerakan otot-otot pernapasan.
Dua pusat pernapasan lainnya yang berada pada batang otak dan pons, yaitu Pneumotaxic Center dan Apneustic Center. Dua pusat kontrol ini juga mempengaruhi output dari medula pada kondisi tertentu.
Dikutip dari Modul Keterampilan Klinik Dasar Blok 5: Pemeriksaan Dasar dan BLS susunan Ika R. Sutejo, dkk., cara pemeriksaan frekuensi napas bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada pasien.
Pasien diminta duduk dan melepaskan pakaian atau bajunya.
Perhatikan gerak napas pasien, inspirasi dan ekspirasi, gerak dada dan perut, serta pastikan apakah digunakan otot napas tambahan atau tidak.
Letakkan telapak tangan pemeriksa pada dada pasien dan rasakan gerakan nafasnya. Tindakan ini jangan sampai mengganggu psikis pasien supaya ia tidak menahan napas dan mengubah frekuensi napasnya.
Hitung frekuensi per menit.
Catat hasil tersebut di rekam medik (medical record).
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu frekuensi pernapasan?

Apa itu frekuensi pernapasan?
Frekuensi napas atau Respiration Rate (RR) adalah jumlah siklus pernapasan (inhalasi dan ekshalasi) dalam waktu 60 detik.
Berapa frekuensi napas normal pada orang dewasa?

Berapa frekuensi napas normal pada orang dewasa?
Pada orang dewasa, frekuensi napas normal dalam 60 detik berkisar antara 12-20 kali.
Berapa frekuensi napas normal pada bayi baru lahir?

Berapa frekuensi napas normal pada bayi baru lahir?
Pada bayi baru lahir, frekuensi pernapasan yang normal berkisar antara 30-60 kali per menit.
