Fungsi Amnion dan Masalahnya yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amnion atau yang biasa disebut dengan air ketuban adalah cairan yang melindungi janin dalam kandungan selama kehamilan. Amnion ditampung dan dibungkus oleh selaput tipis yang disebut selaput ketuban. Amnion juga dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan diagnosis kehamilan dan kesehatan janin.
Dijelaskan dalam buku Asuhan Kebidanan pada Kehamilan, volume amnion pada kehamilan cukup bulan adalah 1000-1500 cc dengan komposisi yang terdiri atas 98% air. Sisanya adalah urea, albumin, kreatinin, asam urik, sel-sel epitel, rambut lanugo, verniks caseosa, dan garam organik.
Amnion dihasilkan dari organ paru-paru dan ginjal janin. Selain itu, janin menelan amnion yang diproduksi untuk kebutuhan metabolisme tubuhnya. Itu yang membuat jumlah volume amnion selalu tetap dan seimbang sesuai dengan usia dan pertumbuhan berat janin.
Fungsi Amnion
Selain sebagai pelindung, amnion juga memiliki banyak fungsi lain bagi perkembangan janin. Berikut fungsi amnion yang dikutip dari Buku Ajar Kehamilan karangan Lina Fitriani, S.S.T., M.Keb., Firawati, S.S.T., M.Keb. dan Raehan, S.S.T., M.Keb.
1. Proteksi atau perlindungan
Amnion berperan untuk melindungi janin dari trauma, benturan, atau cedera yang diakibatkan dari luar kandungan.
2. Mobilisasi
Amnion berperan sebagai ruang yang memungkinkan janin bergerak dan bertumbuh dengan bebas.
3. Homeostasis
Amnion berfungsi untuk menjaga keseimbangan suhu dan lingkungan asam-basa (pH) di dalam rongga amnion untuk membuat kenyamanan bagi janin.
4. Mekanik
Amnion berperan dalam menjaga keseimbangan tekanan dalam seluruh ruang intrauterin (terutama pada waktu persalinan).
5. Saat persalinan
Saat persalinan, amnion berfungsi untuk melicinkan atau membersihkan jalan lahir dengan cairan yang steril. Hal itu membuat bayi terlindungi dari kemungkinan infeksi jalan lahir.
Masalah yang Terjadi pada Amnion
Penting untuk mengetahui masalah yang kerap terjadi pada amnion, khususnya bagi para ibu hamil. Merujuk pada buku 9 Bulan Dibuat Penuh Cinta Dibuai Penuh Harap: Menjalani karangan dr. Irfan Rahmatullah, Sp. OG., sebesar 7 persen kehamilan memiliki masalah atau gangguan pada amnion.
Berikut masalah yang dapat terjadi pada amnion:
1. Hidramnion
Hidramnion merupakan kondisi amnion dengan volume terlalu banyak atau lebih dari 1 liter. Penyebabnya karena produksi amnion yang terlalu banyak atau terlalu sedikit amnion yang ditelan bayi.
Amnion yang terlalu banyak membuat perut ibu overdistended dan menyebabkan persalinan prematur. Selain itu, kondisi ini juga diasosiasikan dengan adanya kelainan pada janin.
2. Oligohidramnion
Oligohidramnion bisa terjadi karena karena janin sedikit memproduksi amnion atau karena amnion merembes akibat selaput ketuban robek. Kondisi kehamilan oligohidramnion terbilang sangat riskan. Karenanyam penting bagi ibu hamil untuk selalu memeriksakan kondisi kehamilan secara rutin.
(DND)
