Fungsi Garis Khatulistiwa dan Ciri Iklim Wilayah yang Dilaluinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Garis khatulistiwa disebut dengan garis imajiner atau garis khayal yang membagi bumi di belahan utara dan selatan. Garis khatulistiwa terletak pada ekuator bumi pada lintang nol derajat dengan panjang garis sekitar 40,075 km.
Kemudian garis khatulistiwa terdiri dari 78,7% air dan 21,3% daratan. Ada 13 negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa, di antaranya adalah Ekuador, Kolombia, Brasil, Gabon, Sao Tome dan Principe, Kongo, Zaire, Uganda, Kenya, Somalia, Maladewa, Kiribati, dan Indonesia.
Di Indonesia sendiri, daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa yaitu Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Papua.
Tugu Khatulistiwa
Kota Pontianak menjadi kota yang dikenal dengan sebutan kota Khatulistiwa. Pontianak pun dijadikan sebagai titik ekuator negara Indonesia.
Oleh sebab itu, pada zaman Belanda dibangun sebuah monumen yaitu Tugu Khatulistiwa yang terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat.
Tugu Khatulistiwa dibangun oleh seorang ahli geografi dari Belanda. Melalui monumen ini dapat dilihat sebuah peristiwa alam yaitu fenomena di mana ketika matahari berada tepat di garis khatulistiwa.
Peristiwa unik ini terjadi 2 tahun sekali. Pada saat terjadinya fenomena ini, matahari akan tepat berada tegak lurus di atas kepala manusia sehingga tidak terdapat bayangan. Umumnya, momen ini terjadi pada tanggal 21-23 setiap bulan Maret dan September.
Fungsi Garis Khatulistiwa
Di bawah ini adalah fungsi garis khatulistiwa bagi kehidupan:
Menjadi garis acuan untuk menentukan perbedaan zona iklim di bumi.
Membagi dua belahan bumi yaitu belahan bumi selatan dan belahan bumi utara.
Menjadi patokan untuk menentukan lokasi pada suatu negara atau tempat.
Ciri Iklim Garis Khatulistiwa
Wilayah yang dilewati oleh garis khatulistiwa memiliki ciri iklim tersendiri, antara lain sebagai berikut:
Suhu rata-rata sekitar 20-23 derajat celcius. Namun di beberapa tempat, suhu rata-rata dapat mencapai 30 derajat celcius.
Amplitudo dalam garis khatulistiwa suhunya sekitar 1-5 derajat celcius, sedangkan ammplitudo suhu hariannya lebih besar.
Memiliki tekanan udara yang rendah yang berubah secara perlahan serta beraturan.
Frekuensi hujan yang besar dibandingkan dearah-daerah lainnya.
Untuk daerah sekitar khatulistiwa, memiliki waktu siang dan malam relatif sama sepanjang tahun.
