Fungsi Hadits terhadap Ayat-Ayat Alquran yang Perlu Diketahui

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara bahasa, hadits berarti sesuatu yang baru, menunjukkan sesuatu yang dekat atau waktu yang singkat. Hadits juga memiliki arti sesuatu yang diberitakan, diperbincangkan, dan dipindahkan dari seorang kepada orang lain.
Mengutip buku Ilmu Hadits Dasar karya Atho'illah Umar, menurut istilah syara', hadits adalah hal-hal yang datang dari Rasulullah SAW, baik berupa ucapan, perbuatan, ataupun pengakuan (taqrir). Kedudukan hadits dalam Islam ialah sebagai sumber hukum kedua setelah Alquran.
Bicara soal fungsinya, hadits memiliki fungsi utama untuk menjelaskan ayat Alquran yang bersifat global. Selain itu, ada pula fungsi lain yang erat kaitannya dengan ayat-ayat Alquran. Apa saja?
Fungsi Hadits Terhadap Ayat-ayat Alquran
Kedudukan hadits dalam Islam begitu mulia. Sehingga, hadits memiliki sifat yang mengikat kepada seluruh umat. Tidak hanya bicara soal hukum, hadits juga memuat panduan dasar bagi umat Muslim untuk menjalani kehidupan.
Perintah mengimani hadits telah banyak disebutkan dalam ayat Alquran, salah satunya melalui surat An-Nisa ayat 59. Dalam ayat tersebut, Allah Swt berfirman:
“Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian.”
Secara tersirat, ayat tersebut memerintahkan umat Islam untuk mengimani hadits dan berpedoman kepadanya. Hal ini tentu berkaitan erat dengan fungsi hadits itu sendiri.
Dijelaskan dalam buku Majalah Hijrah: Pemuda Muhammadiyah Rating Mulyodadi, ada tiga fungsi hadits terhadap ayat-ayat Alquran yang perlu dipahami, yakni:
1. Memperkuat dan menetapkan hukum hukum yang telah ditentukan oleh Alquran
Hadits disebut juga sebagai bayan taqrir. Maksudnya, hadits berfungsi memantapkan dan mengokohkan apa yang telah ditetapkan Alquran, sehingga maknanya tidak perlu dipertanyakan lagi. Misalnya pada Surat Al Baqarah ayat 185, Allah Swt berfirman:
"Bulan Ramadhan... Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,."
Perintah berpuasa ini diperkuat dengan hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda: "Berpuasalah kamu sekalian sesudah melihatnya (hilal/ bulan) dan berbukalah kamu seduah melihatnya." (HR. Abu Abbas)
2. Memberikan penafsiran terhadap di ayat yang masih umum
Hadits berfungsi menjelaskan ayat Alquran yang maknanya samar, merinci ayat yang maknanya global, dan mengkhususkan ayat yang maknanya umum.
Misalnya, banyak ayat Alquran yang memerintahkan umat Islam untuk shalat. Namun, ayat tersebut tidak merinci bagaimana cara mendirikannya.
Sehingga, Rasulullah SAW memberikan penafsiran lebih lanjut. Dalam salah satu hadits, beliau bersabda: "Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kamu melihat aku shalat" (HR Bukhari Muslim)
3. Menganti hukum yang telah lewat keberlakuannya
Contoh hadits yang menggambarkan fungsi ini adalah tentang zakat pertanian. Dalam Alquran disebutkan segala penghasilan wajib dikeluarkan zakatnya, namun tidak dijelaskan batasan nisabnya.
Rasulullah SAW pun memperjelas perkara tersebut. Beliau bersabda: “Tidak ada kewajiban zakat dari hasil pertanian yang kurang dari lima wasak” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian dari hadits?

Apa pengertian dari hadits?
Menurut istilah syara, hadits adalah hal-hal yang datang dari Rasulullah SAW, baik berupa ucapan, perbuatan, ataupun pengakuan (taqrir).
Bagaimana kedudukan hadits dalam Islam?

Bagaimana kedudukan hadits dalam Islam?
Kedudukan hadits dalam Islam ialah sebagai sumber hukum kedua setelah Alquran.
Apa fungsi utama hadits terhadap ayat-ayat Alquran?

Apa fungsi utama hadits terhadap ayat-ayat Alquran?
Hadits memiliki fungsi utama untuk menjelaskan ayat Alquran yang bersifat global.
