Konten dari Pengguna

Fungsi Pantun beserta Ciri-Ciri dan Jenisnya yang Dapat Dikenali

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi pantun. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi pantun. Foto: Pexels

Sastra atau kesusastraan merupakan jenis tulisan yang memiliki arti dan keindahan tertentu bagi orang yang membaca atau mendengarkannya. Bentuk dan jenis karya sastra sangat beragam, salah satunya adalah pantun.

Merujuk buku Kumpulan Majas, Pantun, dan Peribahasa plus Kesusastraan Indonesia karya Ernawati Waridah, kata "pantun" berasal dari akar kata "tun" dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno) atau "tuntun" yang berarti mengatur atau menyusun.

Dalam buku Think Smart Bahasa Indonesia susunan Ismail Kusmayadi, dalam kehidupan masyarakat lama, terutama masyarakat Melayu, fungsi pantun sangat penting. Saat itu, kemampuan berpantun dijadikan sebagai tolok ukur kepandaian seseorang.

Orang yang pandai menggunakan bahasa kiasan yang umumnya terangkum dalam pantun dapat disebut sebagai orang pandai. Selain menjadi tolok ukur kepandaian seseorang, pantun juga mempunyai beberapa fungsi lainnya. Apa saja?

Fungsi Pantun

Ilustrasi fungsi pantun. Foto: Pexels

Dihimpun dari buku Kumpulan Sastra Indonesia tulisan Mustofa Sadikin, berikut beberapa fungsi pantun yang menarik untuk diketahui.

  1. Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir.

  2. Sebagai sarana untuk mendidik, wadah untuk aktivitas kependidikan.

  3. Pantun dapat melatih seseorang tentang makna kata sebelum berujar.

  4. Pantun merupakan salah satu bentuk ungkapan yang berfungsi sebagai sarana hiburan.

  5. Pantun dapat digunakan untuk menyampaikan kritik sosial.

  6. Pantun mampu menjadi penjaga dan media kebudayaan untuk memperkenalkan serta memastikan nilai-nilai masyarakat tetap ada.

Ciri-ciri Pantun

Ilustrasi fungsi pantun. Foto: Pexels

Masih dari sumber yang sama, dalam membuat karya sastra pantun terdapat aturan dan syarat yang perlu dipatuhi, yaitu:

  • Pantun memiliki bait yang setiap baitnya terdiri dari 4 baris.

  • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.

  • Setiap baris terdiri dari 4-6 kata.

  • Setiap bait pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi.

  • Pantun bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.

Jenis Pantun

Ilustrasi fungsi pantun. Foto: Pexels

Berdasarkan maksud, isi, dan temanya, pantun terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu pantun anak-anak, pantun remaja/dewasa, dan pantun orangtua. Masing-masing kelompok menunjukkan ciri khas tema sesuai dengan perilakunya.

1. Pantun Anak-anak

Pantun anak-anak menggambarkan dunia anak-anak yang biasanya dipenuhi rasa senang dan sedih. Karenanya, jenis pantun anak dibagi dua macam, yaitu pantun bersuka cita dan pantun berduka cita. Contoh pantun anak-anak:

  • Pantun bersuka cita

Ayam jantan terbang lepas

Hinggap di ranting pohon tumbang

Melihat ibu pulang lekas

Hatiku senang bukan kepalang

  • Pantun berduka cita

Tebu dipotong dibagi-bagi

Anak nelayan menyulam jala

Melihat ayah dan ibu pergi

Hati perih tidak terkira

2. Pantun Remaja

Pantun remaja atau dewasa menggambarkan kehidupan remaja atau dewasa. Tema cinta sangat dominan dalam pantun remaja/dewasa. Pantun remaja atau dewasa dibagi beberapa jenis, yaitu pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan/percintaan, dan pantun perceraian/ perpisahan. Contoh puisi remaja:

  • Pantun perkenalan

Buah delima di atas atap

Jambu dipetik dimakan tamu

Sudahlah lama saya berharap

Baru sekarang bisa bertemu

  • Pantun berkasih-kasihan/percintaan

Nagasari cempaka biru

Bunga rampai di dalam puan

Rasanya hati sangatlah rindu

Bilakan sampai kepada tuan

  • Pantun perceraian/ perpisahan

Duhai selasih janganlah tinggi

Kalaupun tinggi berdaun jangan

Duhai kekasih janganlah pergi

Kalaupun pergi bertahun jangan

3. Pantun Orangtua

Pantun orangtua biasanya berisikan tema pendidikan dan ajaran agama. Pantun jenis ini terbagi menjadi beberapa macam, yaitu pantun nasihat, pantun adat, pantun agama, pantun budi pekerti, pantun kepahlawanan, pantun kias, dan pantun peribahasa. Contoh puisi pantun orangtua:

  • Pantun nasihat

Padi segenggam ditumbuk luluh

Tidak boleh ditanak lagi

Kehendak Allah juga yang sungguh

Tidak boleh sekehendak hati

  • Pantun kepahlawanan

Sungguh indah bunga merah

Bunga disiram pagi hari

Jika jasadku rebah ke tanah

Rela aku dikubur di sini

  • Pantun kias

Berburu ke padang datar

Dapatkan rusa belang kaki

Berguru kepalang ajar

Bagaikan bunga kembang tak jadi

  • Pantun peribahasa

Berakit-rakit kehulu

Berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu

Bersenang-senang kemudian

  • Pantun budi pekerti

Bunga cina di atas batu

Daunnya lepas ke dalam ruang

Adat budaya tidak berlaku

Sebabnya emas budi terbuang

  • Pantun agama

Jarak nan tumbuh tepi serambi

Pohon kerekot bunganya sama

Itulah perbuatan yang dibenci

Nabi Petuah diikut segala ulama.

(ANS)