Gambaran Neraka Saqar dan Calon Penguninya Menurut Surat Al-Mudatsir

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata neraka dalam Alquran disebut sebagai “naar” yang berarti api yang menyala. Secara istilah, neraka adalah tempat balasan dalam wujud siksaan bagi orang-orang yang telah berbuat dosa selama hidup di dunia.
Umar Sulaiman Al-Asyqar dalam buku Surga dan Neraka: Menurut Al-Quran dan As-Sunnah (2019: 28), mengatakan bahwa tingkatan neraka disusun menurun ke bawah. Ada beberapa nama yang disebut dalam Alquran, salah satunya adalah neraka saqar.
Neraka saqar adalah neraka yang diperuntukkan bagi mereka yang tidak melaksanakan shalat. Orang yang masuk tingkatan neraka ini, semasa hidupnya enggan menyembah Allah Swt dan tidak mengimani Rasulullah SAW.
Gambaran tentang neraka saqar telah dijelaskan dalam Surat Al-Mudatsir secara lengkap. Seperti apa wujudnya? Nah, artikel berikut akan membahasnya secara khusus untuk Anda.
Neraka Saqar Menurut Surat Al-Mudatsir
Neraka saqar memiliki dasar yang sangat dalam. Alquran mendefinisikannya sebagai neraka yang panasnya sangat membakar, sehingga kulit penghuninya menjadi hangus.
Mengutip buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya H. Ahmad Zacky, Alquran dengan tegas menyebutkan bahwa orang-orang yang sombong dan mendustakan Alquran, yang menganggap Alquran sebagai sihir dan hasil perkataan manusia, kelak akan menghuni neraka saqar. Allah Swt berfirman:
"Kemudian ia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri. Lalu ia berkata, "(Al-Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia." Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)." (QS. Al-Mudatsir: 23-30)
Calon penghuni neraka saqar berikutnya adalah mereka yang suka meninggalkan shalat. Mereka enggan memberi makan fakir miskin, senang membicarakan keburukan, dan tidak percaya akan keberadaan hari pembalasan. Penjelasan ini ditegaskan dalam firman Allah sebagai berikut:
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat. Selain tidak pernah sholat, Allah SWT menyiapkan nereka saqar bagi mereka yang tidak pernah memberi makan orang miskin, membicarakan keburukan, dan tidak percaya hari pembalasan.” (QS. Al-Mudatsir: 42-46)
Neraka saqar mampu membakar kulit manusia. Siksaan di dalamnya amat pedih, sebagaimana difirmankan Allah Swt dalam Surat Al-Mudatsir ayat 26-29:
"Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Sagar. Tahukah kamu apakah (neraka) Sagar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia."
Menurut ulama salaf, api neraka saqar mampu membakar otak, daging, dan tulang manusia. Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi mengatakan, "Api melahap orang itu sampai ke jantungnya. Apabila api telah mencapai jantungnya, maka tubuhnya dipulihkan kembali."
Dari Tsabit al-Bunani bahwa ia menceritakan ayat ini kemudian berkata, "Api membakar mereka sampai ke jantung dalam keadaan hidupl. Mereka benar-benar merasa tersiksa". Mengingat siksaan yang amat pedih tersebut, Tsabit pun menangis
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Siapa penghuni neraka saqar?

Siapa penghuni neraka saqar?
Calon penghuni neraka saqar adalah mereka yang suka meninggalkan shalat, enggan memberi makan fakir miskin, senang membicarakan keburukan, dan tidak percaya adanya hari pembalasan.
Bagaimana gambaran neraka saqar?

Bagaimana gambaran neraka saqar?
Neraka saqar memiliki dasar yang sangat dalam. Alquran mendefinisikannya sebagai neraka yang panasnya sangat membakar, sehingga kulit penghuninya menjadi hangus.
Bagaimana siksaan yang terdapat dalam neraka saqar?

Bagaimana siksaan yang terdapat dalam neraka saqar?
Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi mengatakan, "Api melahap orang itu sampai ke jantungnya. Apabila api telah mencapai jantungnya, maka tubuhnya dipulihkan kembali."
