Konten dari Pengguna

Gateway Megahub JNE di Mana? Ini Informasi Lengkapnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mega Hub JNE di Tangerang. Foto: JNE
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mega Hub JNE di Tangerang. Foto: JNE

Gateway megahub JNE di mana menjadi pertanyaan banyak orang. Perusahaan jasa kurir dan logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) telah membangun mega hub atau gudang raksasa tercanggih di Indonesia.

Pembangunan mega hub JNE bertujuan untuk memberikan kenyamanan proses pengiriman barang ke konsumen menjadi lebih cepat dan efisien.

Berdasarkan informasi dari JNE, mega hub ini memiliki kapasitas rata-rata 30 juta paket per bulan, dengan sekitar 1,5-2 juta paket per hari. Ini merupakan pencapaian yang signifikan karena kapasitas gudang sortir JNE sebelumnya adalah sekitar 20 juta paket per bulan.

Dengan kapasitas yang melonjak sekitar 50 persen tersebut, tentunya proses pengantaran paket ke konsumen menjadi jauh lebih cepat. Lantas, di mana lokasi gateway megahub JNE? Berikut ini adalah uraian lengkapnya.

Gateway Megahub JNE di Mana Saja?

Ilustrasi Mega Hub JNE di Tangerang. Foto: JNE

Bagi yang belum mengetahui gateway megahub JNE di mana, gudang raksasa ini berlokasi di Kedaung Wetan, Neglasari, Tangerang, Banten. Lokasi ini sangat strategis karena berada di dekat pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Mengutip laman resminya, mega hub JNE dibangun di atas tanah seluas 3,9 hektare, dengan 1,9 hektare untuk gudang, dan sisanya untuk keperluan area lainnya.

Menjadi salah satu gudang tercanggih di Indonesia, mega hub JNE dilengkapi dengan Automatic Sorting Center, yaitu mesin sortir otomatis conveyor belt yang canggih.

Automatic Sorting Center tersebut dapat menampung hingga 1,5-2 juta paket kiriman per hari, dengan target kapasitas sekitar 48 ribu paket per jam. Mesin ini dapat memotong waktu sortir paket hingga 2-3 jam dari mesin sortir pada umumnya.

Nantinya, mesin tersebut akan menyortir setiap paket secara otomatis dan melanjutkan pengiriman paket ke berbagai destinasi di Indonesia. Dengan begitu, proses dalam pengiriman hingga pengantaran paket kepada konsumen menjadi lebih cepat.

Mega hub JNE menjawab tantangan perkembangan e-commerce. Foto: Unsplash/Claudio Schwarz

Dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki mega hub JNE, maka dapat dipastikan JNE bisa menangani lebih banyak lagi pelanggan dan mendistribusikan paket baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Pengadaan mesin berteknologi tinggi di dalam mega hub JNE ini diketahui bekerja sama dengan Damon, sebuah perusahaan supply chain dan penyedia alat pendukung operasional logistik yang berkantor pusat di Shanghai, Tiongkok.

Latar belakang pembangunan mega hub JNE adalah untuk menjawab tantangan perkembangan e-commerce, Usaha Kecil Menengah (UKM), serta perubahan daya beli masyarakat yang menjadi sangat cepat dan dinamis.

Sebagai informasi, pertumbuhan e-commerce di Indonesia terus mengalami perkembangan yang signifikan. Menurut proyeksi Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai transaksi bruto e-commerce di Indonesia pada 2023 akan mencapai US$62 miliar atau sekitar Rp960 triliun.

(SFR)