Konten dari Pengguna

Gurindam, Karya Sastra Lama Perpaduan Puisi dan Pantun

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gurindam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gurindam. Foto: Pixabay

Gurindam merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berupa puisi lama berisi dua bait. Dalam setiap bait yang ada di gurindam terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama.

Gurindam diambil dari bahasa Tamil yakni kirindam yang artinya perumpamaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gurindam ialah sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat.

Baris pertama dalam gurindam dapat berupa persoalan atau masalah, sedangkan baris kedua berisi jawaban atau akibat dari masalah tersebut. Tak ubahnya karya sastra yang lain, tujuan gurindam adalah untuk menghibur sekaligus mendidik.

Ciri-Ciri Gurindam

Walau isinya mirip seperti pantun, gurindam tetap dapat dibedakan dengan karya sastra lainnya. Perbedaannya dapat dilihat dari ciri-ciri gurindam berikut ini:

  1. Terdiri atas dua baris

  2. Setiap baris terdiri dari 10-14 suku kata

  3. Rima akhirnya berpola a-a

  4. Baris pertama berisi sebab

  5. Baris kedua berisi akibat

  6. Umumnya memiliki makna petuah, kata-kata mutiara, filosofi hidup, dan sebagainya.

Ilustrasi gurindam. Foto: Pixabay

Jenis dan Contoh Gurindam

Terdapat dua macam bentuk gurindam yakni gurindam berkait dan gurindam berangkai. Gurindam berkait adalah bentuk gurindam yang bait pertama berkaitan dengan bait selanjutnya, kemudian bersambung pada bait seterusnya.

Sedangkan gurindam berangkai ialah gurindam yang memiliki kata-kata yang sama pada setiap bait pertamanya.

  1. Contoh gurindam berkait:

Sebelum berbicara pikir dahulu

Agar tak melukai hati temanmu

kalau berbicara semaumu

tentulah banyak orang yang membencimu

  1. Contoh gurindam berangkai:

Temukan apa yang dimaksud sahabat

Temukan apa yang dimaksud maksiat

Janganlah menjadi orang yang memelas

Nanti kamu menjadi orang yang malas

(HDP)