Gurindam, Karya Sastra Lama Perpaduan Puisi dan Pantun

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gurindam merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berupa puisi lama berisi dua bait. Dalam setiap bait yang ada di gurindam terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama.
Gurindam diambil dari bahasa Tamil yakni kirindam yang artinya perumpamaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gurindam ialah sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat.
Baris pertama dalam gurindam dapat berupa persoalan atau masalah, sedangkan baris kedua berisi jawaban atau akibat dari masalah tersebut. Tak ubahnya karya sastra yang lain, tujuan gurindam adalah untuk menghibur sekaligus mendidik.
Ciri-Ciri Gurindam
Walau isinya mirip seperti pantun, gurindam tetap dapat dibedakan dengan karya sastra lainnya. Perbedaannya dapat dilihat dari ciri-ciri gurindam berikut ini:
Terdiri atas dua baris
Setiap baris terdiri dari 10-14 suku kata
Rima akhirnya berpola a-a
Baris pertama berisi sebab
Baris kedua berisi akibat
Umumnya memiliki makna petuah, kata-kata mutiara, filosofi hidup, dan sebagainya.
Jenis dan Contoh Gurindam
Terdapat dua macam bentuk gurindam yakni gurindam berkait dan gurindam berangkai. Gurindam berkait adalah bentuk gurindam yang bait pertama berkaitan dengan bait selanjutnya, kemudian bersambung pada bait seterusnya.
Sedangkan gurindam berangkai ialah gurindam yang memiliki kata-kata yang sama pada setiap bait pertamanya.
Contoh gurindam berkait:
Sebelum berbicara pikir dahulu
Agar tak melukai hati temanmu
kalau berbicara semaumu
tentulah banyak orang yang membencimu
Contoh gurindam berangkai:
Temukan apa yang dimaksud sahabat
Temukan apa yang dimaksud maksiat
Janganlah menjadi orang yang memelas
Nanti kamu menjadi orang yang malas
(HDP)
