Konten dari Pengguna

Gymnospermae: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Tumbuhannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tumbuhan gymnospermae. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tumbuhan gymnospermae. Foto: Pixabay

Gymnospermae merupakan jenis tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Disebut demikian karena permukaan luar tumbuhan ini terdapat penampakan bijinya yang terbuka. Gymnospermae diambil dari bahasa Yunani yang memiliki arti kata gymnos adalah terbuka dan spermae berarti biji.

Tumbuhan ini tidak memiliki ovarium sebagai tempat perkembangan biji. Selain itu, serbuk sari dari hasil tumbuhan akan langsung jatuh di tempat ovum yang berada di dekat mikrofil.

Gymnospermae tumbuh menjadi tumbuhan di bumi sebelum era hewan reptil. Oleh karenanya, tumbuhan ini termasuk ke dalam jenis yang langka.

Tumbuhan lain yang sama usianya dengan gymnospermae sudah punah dan menjadi fosil batu bara, seperti pteridospermophyta (paku biji), bennettophyta dan cordaitophyta.

Sistem Reproduksi Gymnospermae

Ilustrasi contoh gymnospermae adalah pohon pinus. Foto: Unsplash

Organ reproduksi yang terdapat dalam gymnospermae disebut strobilus. Strobilus adalah kumpulan sporofil yang membentuk bangunan seperti kerucut (konus). Strobilus terdiri atas dua jenis, yaitu strobilus betina dan strobilus jantan.

Strobilus betina tersusun oleh daun buah yang disebut makrosporofil, sedangkan daun buah penyusun strobilus jantan dinamakan mikrosporofil. Strobilus betina berukuran lebih besar daripada strobilus jantan.

Di dalam strobilus betina, terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis, sehingga terbentuk empat sel yang haploid, di mana tiga sel mati dan satu sel hidup sebagai sel telur.

Sementara pada strobilus jantan, terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk sari. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk sehingga terbentuk beberapa butir serbuk sari.

Mengutip buku Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XI oleh Deden Abdurahman (2008: 11), pada gymnospermae terjadi pembuahan tunggal. Pembuahan ini diawali dengan jatuhnya serbuk sari pada mikrofil, yaitu lubang kecil pada makrosporofil dan tumbuhan

Dengan perantaraan angin, serbuk sari akan masuk ke ruang tetes serbuk melalui mikrofil. Peristiwa ini dinamakan penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari pada bakal biji.

Setelah penyerbukan, serbuk sari akan menuju ke ruang arkegonium. Selama perjalanan dari ruang tetes serbuk ke arkegonium, serbuk sari telah berubah menjadi buluh serbuk atau buluh sari yang memiliki tiga inti yang terdiri atas dua inti generatif dan satu inti vegetatif.

Di dalam ruang arkegonium, inti vegetatif akan mati dan setiap inti generatif membuahi satu sel telur yang kemudian berkembang menjadi embrio. Selanjutnya, embrio akan tumbuh menjadi biji dan terbentuklah tumbuhan baru.

Klasifikasi Gymnospermae

Ilustrasi tumbuhan gymnospermae. Foto: Pixabay

Klasifikasi tumbuhan gymnospermae dibedakan menurut kelompok yang punah dan kelompok yang masih bertahan hingga saat ini. Gymnospermae yang sudah punah antara lain:

  1. Bennetophyta

  2. Cordaitophyta

  3. Pteridospermophyta (dianggap sebagai moyang angiospermae).

Sementara untuk kelompok tumbuhan yang masih bertahan sampai saat ini, yaitu:

  1. Ginkgophyta dengan jenis ginkgo biloba.

  2. Cycadophyta yang dibagi menjadi dua famili, yaitu cycadaceae dan zamiaceae.

  3. Coniferophyta atau dapat disebut Pinophyta yang merupakan tumbuhan runjung.

  4. Gnetophyta dengan anggota hanya 3 genus: Gnetum(melinjo dan kerabatnya), Welwitschia, dan Ephendra.

Ciri Gymnospermae

Ilustrasi tumbuhan gymnospermae. Foto: Pixabay

Adapun ciri yang menjadi identitas dari tumbuhan gymnospermae adalah:

  • Terdapat akar, batang, dan daun yang sejati.

  • Memiliki daun yang lebih sempit dan kaku.

  • Bentuk perakaran tunggang.

  • Bakal biji berada di luar sehingga tidak mendapatkan perlindungan dari daun buah.

  • Tidak memiliki bunga sejati dan mahkota bunga.

  • Megasprofil yang berupa sisik menjadi pendukung bakal biji yang terkumpul didalam bentuk strobilus.

  • Pada saat reproduksi terjadi pembuahan tunggal.

  • Tumbuhan hesterospora dapat menghasilkan dua jenis spora.

Contoh Gymnospermae

Ilustrasi pohon pinus. Foto: Unsplash

Anggota kelompok tumbuhan berbiji terbuka memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan tumbuhan berbiji tertutup. Perbedaan contoh dibagi menjadi empat kelas, yaitu:

  1. Cycadinae yang memiliki batang berkayu dan tergolong ke dalam tumbuhan dieoceous. Contohnya adalah Cycas rumphii atau pakis haji untuk tanaman hiasan.

  2. Gnetinae memiliki habitus berupa perdu atau pohon. Contohnya adalah Gnetum gnemon (melinjo) yang sering dimanfaatkan sebagai bahan sayuran.

  3. Ginkgotinae berhabitat di semak batang dan akar berkayu. Satu-satunya spesies yang tersisa adalah Ginkgo biloba, tanaman asli tiongkok yang dimanfaatkan sebagai bahan obat.

  4. Coniferae adalah kelompok tumbuhan yang mempunyai organ reproduksi berbentuk seperti sisik. Jenis tumbuhan ini selalu terlihat hijau, sehingga disebut juga tumbuhan evergreen. Contohnya adalah pinus (Pinus merkusi), cemara (Araucaria sp), dan damar (Agathis alba).

Baca Juga: Tumbuhan Berbiji: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Manfaat Gymnospermae

Ilustrasi pohon cemara yang bermanfaat menjadi tanaman hias. Foto: Pexels

Dirangkum dari Super Intisari Rumus dan Hafalan IPA SMP Kelas VII, VIII, dan IX oleh Maria Elisabeth (2013: 39-40), ada berbagai manfaat gymnospermae bagi kehidupan manusia, di antaranya:

  • Sebagai tanaman hias, contohnya cemara dan pakis haji.

  • Sebagai bahan industri, cat, dan obat-obatan, contohnya damar, junifer, dan pinus.

  • Sebagai penghasil minyak cat (terpentin), contohnya pinus atau tusam.

  • Sebagai bahan pembuat kertas dan korek api, contohnya kayu pinus dan kayu tumbuhan melinjo.

  • Sayur-mayur yang bisa dikonsumsi, contohnya melinjo.

  • Sebagai bahan baku balsam, contohnya balsam kanada dari pohon Abies alba.

  • Sebagai bahan untuk obat dan kosmetik, contohnya Ginkgo biloba.

(HDP & SFR)