Konten dari Pengguna

Hadist tentang Wujud Buraq dalam Peristiwa Isra Miraj

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buraq. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buraq. Foto: Pixabay.

Peristiwa Isra Miraj tidak terlepas dari makhluk legenda bernama buraq. Nabi Muhammad bersama Malaikat Jibril mengendarai buraq dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik hingga ke sidratul muntaha dalam sehari semalam.

Buraq dalam bahasa Arab berarti cahaya atau kilat. Istilah buraq disebutkan dalam beberapa surat dalam Alquran. Salah satunya yaitu pada surat al-Baqarah ayat 20 yang berbunyi:

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Baqarah: 20)

Wujud Buraq

Ilustrasi buraq. Foto: Pixabay.

Banyak yang memahami buraq merupakan kendaraan yang berbentuk seperti hewan tunggangan. Namun beberapa hadist hanya menyebutkan ukuran. Salah satunya dikutip dari buku Isra Miraj oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dkk, Anas ibn Malik mengatakan bahwa Rasulullah bercerita,

Dibawakan kepadaku buraq- sejenis hewan berwarna putih, tubuhnya kebih besar dari pada kedelai dan lebih kecil dari pada bagal. Langkah kakinya sejauh matanya memandang. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya.

Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku mema­suki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar. (HR. Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut, Rasullah SAW menjelaskan bahwa buraq adalah dabbah. Menurut penafisiran bahasa Arab, dabbah adalah makhluk hidup berjasad, bisa laki-laki, bisa perempuan, bisa berakal, dan bisa juga tidak berakal. Dari penafsiran ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak dapat menentukan jenis kelamin hewan tersebut, layaknya malaikat.

Dikutip dari buku Muhammad, the Messenger of Islam terbitan Islamic Supreme Council of America, buraq adalah seekor hewan yang berwarna putih, tubuhnya panjang dan memiliki sayap. Hewan tersebut memiliki telinga yang bergelombang atau bergigi, selain itu kecepatannya seperti kilat dengan empat kaki dan tanduk di kepalanya.

Peristiwa Isra Miraj

Ilustrasi buraq. Foto: Pixabay.

Isra Miraj sendiri adalah peristiwa irrasional akan tetapi dapat ditangkap dengan radar keimanan umat Muslim. Isra Miraj adalah bukti kebesaran Allah SWT kepada hamba-Nya. Seperti yang dijelaskan dalam surat Al Isra ayat 1, yang berbunyi

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (QS Al Isra: 1)

(IPT)