Hadits Shalat Tasbih dan Keutamaan Mengamalkannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Shalat tasbih adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Shalat sunnah ini terdiri dari empat rakaat dan dapat dilakukan pada malam atau siang hari. Oleh karenanya, shalat tasbih disebut dengan shalat al nawafil al alailiyah wan nahariyah.
Sesuai namanya, shalat tasbih memiliki banyak bacan tasbih di dalamnya. Gerakan dan bacaan shalat ini sedikit berbeda dari umumnya bacaan shalat.
Ada sebuah hadits shalat tasbih yang menjelaskan bacaan shalat tersebut. Mengutip buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah oleh Muhammad Ajib, dari Ibnu Abbas ra mengabarkan saat memerintahkan pamannya, Al Abbas bin Abdul Muttalib untuk shalat tasbih, Rasulullah SAW bersabda:
“Lakukanlah shalat empat rakaat, dan pada setiap rakaat engkau membaca Al Fatihah dan surat lainnya. Jika sudah selesai saat masih dalam keadaan berdiri ucapkanlah tasbih ‘Subhanallah waalhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu akbar,’ 15 kali. Kemudian ruku’lah dan baca tasbih itu 10 kali, lalu saat i’tidal bacalah tasbih itu 10 kali.
Saat sujud bacalah tasbih itu 10 kali, kemudian duduk di antara dua sujud bacalah tasbih itu 10 kali. Lalu sujud lagi dan bacalah tasbih itu 10 kali, kemudian duduk istirahat dan bacalah tasbih itu 10 kali. Itulah 75 tasbih dalam satu rakaat, dan lakukanlah sampai 4 rakaat.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)
Saat melaksanakan shalat tasbih ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan umat Islam. Apa saja?
Tata Cara Shalat Tasbih
Mengutip buku Dasyatnya Shalat Tasbih terbitan Agromedia Pustaka, berikut catatan penting saat melaksanakan shalat tasbih:
Seperti yang disinggung dalam hadits shalat tasbih di atas, ada duduk istirahat (julus istirohah) di setiap rakaat shalat. Gerakan tersebut dilakukan setiap setelah sujud kedua sebelum berdiri ke rakaat selanjutnya.
Akan lebih baik jika bacaan tasbih dalam hadits di atas ditambah dengan kalimat hauqalah, yaitu bacaan “La haula walaa quwwata illa billlahil aliyyil adzim”.
Pada siang hari, bacaan tasbih dilafalkan dengan pelan. Sedangkan pada malam hari, bacaan tasbihnya dilafalkan dengan keras.
Jika lupa dengan hitungan bacaan tasbih, umat Muslim bisa menyempurnakannya pada gerakan berikutnya. Misalnya, jika saat berdiri hanya membaca tasbih 10 kali padahal seharusnya 15 kali, maka saat rukuk boleh menambah 5 kali sebagai ganti bacaan tersebut.
Keutamaan Shalat Tasbih
Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat tasbih setidaknya sekali seumur hidup. Anjuran tersebut berdasarkan hadits shalat tasbih yang dikutip dari buku Yuk, Shalat Tasbih! Karya Fatkhul Anas.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau mampu melaksanakannya setiap hari, maka lakukanlah. Jika tidak mampu, maka lakukan seminggu sekali. Jika tidak mampu maka lakukan sebulan sekali, jika tidak mampu lakukanlah setahun sekali. Jika tidak mampu juga lakukan sekali dalam seumur hidup.” (HR. Abu Dawud)
Dari hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa amalan sunnah ini memiliki keutamaan yang besar. Para ulama mengatakan, orang yang mengerjakan shalat tasbih akan diampuni segala dosanya oleh Allah Ta’alaa.
Hal tersebut didasarkan pada hadits yang dikutip dari buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah karangan Muhammad Ajib. Dari Ibnu Abbas mengabarkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Jika engkau mengerjakan shalat tasbih, maka Allah mengampuni dosamu yang awal dan yang akhir, yang dulu dan yang baru, yang disengaja dan yang tidak sengaja, yang kecil dan yang besar, yang samar dan yang terang.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)
(IPT)
