Hadits tentang Istri Terhadap Suami untuk Diamalkan Para Muslimah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istri yang salihah adalah ia yang patuh kepada suaminya. Sebab, suami adalah pintu surga bagi istri yang taat, asalkan tidak dalam kemaksiatan. Namun, suami juga dapat menjadi pintu neraka bagi istri yang membangkang kepadanya.
Suami adalah orang yang paling mulia bagi istri. Tidak ada satu orang yang mampu menandingi kemuliaan suami, meskipun dari keluarga sang istri. Hal ini telah diterangkan dalam hadits berikut:
“Dari Hushain bin Muhshan, bahwa sang bibi bercerita kepadanya, "Saya datang kepada Rasulullah karena satu keperluan, Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya, "Siapakah Anda, apakah Anda memiliki suami?" Saya menjawab, "Benar." Nabi berkata, “Bagaimana Anda melayaninya?" Saya menjawab, "Saya melayaninya dan patuh kepadanya kecuali di saat saya capek." Nabi berkata, "Lihatlah, bagaimana kepatuhanmu kepadanya. Sesungguhnya dia adalah surgamu dan nerakamu." (HR. Imam Ahmad dan Nasa’i).
Selain dalil di atas, masih banyak hadits tentang istri terhadap suami yang lainnya? Simak jawabannya di bawah ini.
Dalil Hadits tentang Istri Terhadap Suami Berdasarkan Sabda Rasulullah SAW
Berikut adalah kumpulan dalil hadits tentang istri terhadap suami berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang ditulis dalam buku Selamat Datang Istri Impian: Membedah karakter dan kepribadian wanita yang diimpikan kaum pria karya Isham Muhammad Asy-Syarif.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda: "Tidak diperbolehkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain. Jika seseorang diperbolehkan sujud kepada orang lain, maka saya akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Hal ini sebagai bentuk pengagungan Allah atas hak suami." (HR. Ibnu Hayyan).
Dalam riwayat lain disebutkan, "Demi Dzat yang menggenggam jiwa Muhammad, bahwa seorang istri belum melaksanakan hak-hak Tuhannya sebelum dia menjalankan semua hak suaminya. Hingga, jika suami minta kepadanya untuk melakukan hubungan seksual sedangkan dia berada di atas punggung unta (sedang bepergian), maka dia tidak boleh menolaknya." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
A'isyah Radhiyallahu 'Anha berkata: "Wahai kaum wanita! Jika kalian tahu haknya suami kalian maka kalian akan mengusap debu yang ada di telapak kakinya dengan pipi kalian." (HR. Aisyah RA).
Diriwayatkan oleh Mu'adz bahwa Rasulullah Shallallahu aihi Wasallam bersabda : "Jika seorang istri tidak menyakiti hati suaminya di dunia maka dia akan menjadi bidadarinya (selalu menjadi istrinya) di surga nanti. Janganlah kamu (istri) berkata 'semoga Allah segera membunuhmu'. Suami bagimu hanyalah seorang tamu yang akan kamu tinggalkan untuk kembali kepada Allah." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berkata: "Ada tiga orang yang Allah tidak tenerima ibadahnya sebagai amal shaleh. Pertama, budak yang kabur hingga dia kembali kepada tuannya. Kedua, istri yang menolak ajakan suami hingga suaminya marah. Ketiga, pemimpin kaum, namun mereka membenci pemimpinnya ini (karena ketidak adilannya atau kedzalimannya).” (HR. Tirmidzi).
(NDA)
